Metaverse adalah dunia virtual tiga dimensi terintegrasi tempat orang dapat berinteraksi, bekerja, bermain, dan bertransaksi layaknya di dunia nyata dengan menggunakan avatar digital. Dunia ini dibangun menggunakan teknologi internet canggih, realitas virtual, dan blockchain untuk menciptakan pengalaman digital yang hidup, permanen, serta tanpa batas fisik.
🔊 Cara baca: me-ta-vers
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang menonton konser musik favoritmu. Alih-alih hanya melihat penyanyi lewat layar kaca atau berkumpul di lapangan berdesakan, kamu bisa memakai kacamata khusus dan tiba-tiba berada di barisan paling depan dalam bentuk karakter digital buatanmu sendiri.
Di sana, kamu tidak hanya bisa menonton, tetapi juga bisa mengobrol dengan penonton lain dari berbagai negara, membeli kaos konser digital untuk karaktermu, bahkan berjalan-jalan ke replika kota Paris setelah konser selesai. Sederhananya, ini seperti dunia permainan komputer yang sangat luas, di mana semua orang bisa berkumpul secara langsung tanpa perlu keluar rumah.
Metaverse merupakan gabungan dari berbagai teknologi digital, mulai dari realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), hingga teknologi blockchain. Di dalam ruang virtual ini, pengguna diwakili oleh avatar yang dapat bergerak secara bebas dan melakukan aktivitas sosial serta ekonomi seperti membeli tanah digital atau karya seni virtual.
Teknologi blockchain berperan penting dalam ekosistem ini untuk memastikan kepemilikan aset digital secara aman dan transparan. Dengan blockchain, barang digital yang kamu beli atau miliki di dalam satu dunia virtual benar-benar menjadi milikmu secara pribadi dan tidak dapat dihapus sepihak oleh pembuat platform.
Secara teknis, pengembangan Metaverse yang ideal mengandalkan konsep interoperabilitas, yaitu kemampuan memindahkan aset digital atau identitas avatar secara mulus lintas platform blockchain yang berbeda menggunakan standar token khusus seperti ERC-721 atau ERC-1155.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, aset digital atau token kripto yang digunakan untuk bertransaksi di dalam Metaverse berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran sah, karena hanya Rupiah alat pembayaran sah di dalam negeri. Pengawasan aset digital ini berada di bawah wewenang OJK/Bappebti, dan setiap transaksi jual-belinya di exchange terdaftar dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan kamu menghadiri konser musik virtual di Metaverse. Kamu membeli tiket digital berupa aset kripto unik, lalu karakter digitalmu masuk ke stadion virtual, berjoget bersama ribuan avatar lain dari seluruh dunia, dan membeli kaos suvenir digital yang hanya bisa dipakai oleh karaktermu di dalam dunia tersebut.
Apakah Metaverse sama dengan game online biasa?
Meskipun sekilas mirip karena sama-sama menggunakan avatar dan dunia virtual, Metaverse memiliki ekonomi digital yang nyata dan kepemilikan aset yang permanen berkat teknologi blockchain, sehingga barang virtual di dalamnya dapat diperjualbelikan secara bebas bahkan di luar game tersebut.
Bagaimana cara masuk ke dalam Metaverse?
Kamu bisa masuk menggunakan komputer, ponsel pintar, atau kacamata realitas virtual (VR) khusus, lalu menghubungkan dompet kripto jika ingin bertransaksi atau memiliki aset digital di dalam dunia virtual tersebut.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




