Bitcoin melesat ke level $85.111 pada hari Senin, mencatat kenaikan 5,7% dalam 24 jam dan menembus zona resistance yang menahan laju harga selama sepekan terakhir. Dorongan naik seketika melikuidasi $648 juta posisi short dari para pedagang yang bertaruh harga akan turun dalam gelombang short squeeze ini.
Posisi $85.000 merupakan kelanjutan arah setelah sebelumnya Bitcoin hanya tertahan di rentang $81.300 hingga $84.000. Pembalikan arus mulai terlihat persis saat harga melewati $80.000, ditandai dengan volume pasar spot yang berubah dari jual bersih menjadi beli bersih. Dompet-dompet besar yang rutin menjual aset sepanjang Agustus memutar strategi menjadi pembeli sejak akhir bulan, lalu menambah kepemilikannya dengan laju harian tercepat dalam beberapa minggu terakhir pada 20 September.
Jual Rumor, Beli Berita
Dalam sepekan terakhir, pergerakan Bitcoin harus menyerap keputusan The Fed menaikkan suku bunga, penetapan suku bunga Bank of Japan ke level tertinggi 31 tahun, dan penolakan RUU Clarity Act di Senat AS. Meski berhadapan dengan rentetan sentimen berat, pergerakan harga aset ini terbukti tidak pernah merosot signifikan di bawah $75.000.
Analis pasar mendefinisikan ketahanan harga di batas $75.000 sebagai wujud skenario “jual rumor, beli berita”. Sebagian besar langkah de-risking atau pengamanan aset berisiko sudah diselesaikan pedagang sebelum hasil voting Clarity Act dan keputusan Fed keluar. Tim Sun dari HashKey berpendapat kenaikan suku bunga yang terantisipasi justru efektif menghapus lapisan ketidakpastian. Menurutnya, gambaran indikator makro yang lebih jelas merupakan prasyarat utama yang memicu kenaikan Bitcoin.
Tekanan Eksternal Mereda
Berbagai indikator beban makro eksternal juga terus mencatatkan penurunan. Yield obligasi AS 10 tahun yang sempat menembus angka 5,014% pada 14 September - rekor tertingginya sejak Oktober 2023 - perlahan melandai ke angka 4,93%. Yield untuk tenor 2 tahun juga menetap di 4,67%. Analis Nexo Iliya Kalchev menyoroti kelancaran ekspor minyak dari Timur Tengah yang berjalan jauh di atas ekspektasi, menarik harga acuan minyak Brent turun ke level terendah dalam setengah bulan terakhir.
Fokus kalender pedagang saat ini beralih ke agenda diplomasi internasional. Pasar memperhitungkan adanya kemungkinan pembicaraan antara perwakilan AS dan Iran di sela Sidang Umum PBB pada minggu ini. Pejabat AS dan China juga diagendakan bertemu di New York untuk menyusun persiapan KTT Trump-Xi pada 24 September.
๐ Baca JugaBitcoin Mendekati $84.000 Saat Minyak Turun 4 Hari - Tapi Arah Kripto Kini Dipegang Oleh Trump dan Xi
Ketahanan harga di garis $75.000 saat badai makro sedang kencang kini membuahkan hasil. Ketika sentimen eksternal mereda dan volume pembeli spot kembali masuk, arah pergerakan pasar hanya menyisakan satu jalan bagi Bitcoin, meninggalkan rentetan kerugian likuidasi di belakangnya.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Bitcoin Sapu $445 Juta Posisi Short ke $81.300 - Tapi Resistance $83.000 Menanti Sebagai Ujian Nyata
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




