Play-to-Earn adalah konsep permainan video berbasis blockchain yang memungkinkan para pemain memperoleh aset kripto atau token digital yang bernilai nyata hanya dengan memainkan game tersebut. Aset yang didapatkan dalam permainan dapat disimpan, ditukar, atau dijual ke mata uang biasa melalui platform penukaran kripto yang resmi.
🔊 Cara baca: plei tu ern
Penjelasan
Bayangkan Anda bermain game kartu atau catur di pos ronda, lalu setiap kali Anda menang atau berhasil menyelesaikan permainan, Anda diberikan koin mainan khusus. Menariknya, koin mainan ini tidak hanya berguna di dalam game, tetapi bisa Anda bawa pulang dan ditukarkan dengan uang rupiah atau sembako di toko kelontong terdekat karena orang lain juga menginginkannya.
Dalam dunia digital, inilah yang disebut Play-to-Earn. Anda meluangkan waktu untuk bermain game di HP atau komputer, lalu mendapatkan hadiah berupa koin digital yang memiliki nilai ekonomi sungguhan di luar game tersebut.
Play-to-Earn menggabungkan dunia game dengan teknologi blockchain dan finansial terdesentralisasi. Dalam game tradisional, barang unik atau poin yang Anda kumpulkan hanya tersimpan di server milik perusahaan pembuat game dan tidak bisa dijual ke luar. Namun, dalam game Play-to-Earn, barang berharga di dalam game seperti karakter, senjata, atau tanah virtual umumnya diterbitkan sebagai token kripto atau Non-Fungible Token (NFT).
Hal ini memberikan kepemilikan mutlak kepada pemain atas aset digital yang mereka kumpulkan. Karena aset tersebut berada di jaringan blockchain, pemain bebas memindahkannya ke dompet pribadi, menyewakannya kepada pemain lain, atau memperdagangkannya di pasar aset digital secara bebas tanpa perlu persetujuan dari pengembang game.
Ekonomi dalam game Play-to-Earn umumnya ditopang oleh model dua token. Token pertama biasanya berfungsi sebagai token tata kelola dengan jumlah terbatas untuk keputusan komunitas dan investasi jangka panjang. Sementara itu, token kedua berfungsi sebagai token utilitas dalam game yang dicetak tanpa batas untuk hadiah pemain, namun memiliki mekanisme pembakaran seperti biaya peningkatan karakter demi menjaga kestabilan inflasi nilai token tersebut.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, token hasil dari game Play-to-Earn dikategorikan sebagai komoditas aset kripto, bukan sebagai alat pembayaran sah karena hanya Rupiah yang diakui secara hukum untuk transaksi di tanah air. Ketika pemain Indonesia ingin mencairkan token Play-to-Earn mereka ke Rupiah, penjualan harus dilakukan lewat exchange yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di bawah pengawasan OJK/Bappebti, di mana setiap transaksi penukaran tersebut akan dikenai pajak final sesuai aturan yang berlaku.
Contoh
Konsep ini mirip dengan memiliki sebidang tanah pertanian kelapa sawit digital. Anda mencurahkan waktu dan tenaga untuk merawat tanaman tersebut hingga menghasilkan buah kelapa sawit. Hasil panen kelapa sawit tersebut kemudian Anda bawa ke pasar umum untuk dijual kepada pengepul atau pembeli lain yang membutuhkan minyak sawit untuk kebutuhan mereka, sehingga Anda mendapatkan uang tunai dari usaha pertanian Anda.
Bagaimana cara pemain menghasilkan uang dari game Play-to-Earn?
Pemain biasanya menghasilkan uang dengan menyelesaikan misi harian, memenangkan pertarungan melawan pemain lain, atau mendapatkan barang langka di dalam game. Aset digital berupa token atau NFT yang diperoleh dari aktivitas tersebut kemudian dijual ke pasar kripto untuk ditukarkan menjadi mata uang konvensional.
Apakah bermain game Play-to-Earn membutuhkan modal awal?
Beberapa game membutuhkan modal awal untuk membeli karakter atau item digital pertama agar bisa mulai bermain, sementara beberapa game lain menyediakan model gratis untuk dimainkan dengan potensi penghasilan yang disesuaikan.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




