📂 Bagian dari: Staking
Restaking adalah metode yang memungkinkan pengguna memanfaatkan kembali aset kripto yang sudah dijaminkan pada blockchain utama untuk mengamankan jaringan atau aplikasi lain secara bersamaan. Melalui proses ini, pemilik aset bisa memperoleh imbalan tambahan tanpa harus membeli atau mengunci modal baru di luar jaminan awal yang sudah didelegasikan sebelumnya.
🔊 Cara baca: ri-ste-king
Penjelasan
Bayangkan kamu mempekerjakan seorang satpam untuk menjaga rumahmu. Karena satpam tersebut sangat tepercaya dan memiliki banyak waktu luang saat berjaga, kamu mengizinkannya untuk sekaligus memantau keamanan warung tetangga di sebelah rumah. Tetangga tersebut akan memberinya uang lelah tambahan, sementara kamu tidak perlu membayar biaya lebih ataupun merekrut satpam baru.
Dalam dunia kripto, restaking bekerja dengan cara serupa. Modal kripto yang sudah kamu kunci untuk mengamankan satu jaringan utama digunakan kembali untuk menjaga keamanan program atau aplikasi lain. Hasilnya, kamu bisa mendapatkan keuntungan ganda dari tumpukan modal yang sama.
Restaking berbeda dari staking biasa karena memperluas fungsi jaminan aset ke luar blockchain utama. Pada staking tradisional, aset yang dikunci hanya melindungi satu jaringan spesifik. Dengan restaking, jaminan keamanan tersebut dibagikan kepada protokol pihak ketiga seperti jaringan oracle atau jembatan antar-blockchain yang membutuhkan sistem keamanan kuat namun belum memiliki validator sendiri.
Metode ini juga berbeda dengan Liquid Staking. Jika Liquid Staking memberikan pengguna token representasi (seperti stETH) untuk ditransaksikan di tempat lain, restaking justru mengambil aset yang sudah di-stake tersebut (baik berupa token asli maupun token liquid staking) untuk dimasukkan ke dalam kontrak pintar baru guna mengamankan layanan tambahan. Jadi, restaking berfokus pada berbagi keamanan jaringan, bukan sekadar memutar likuiditas token.
Secara teknis, restaking meminjamkan keamanan kriptografi (cryptoeconomic security) dari jaringan mapan ke layanan tervalidasi aktif (Actively Validated Services atau AVS). Operator restaking menjalankan node khusus untuk memverifikasi transaksi AVS ini menggunakan jaminan yang sudah di-stake pengguna. Keuntungan yang didapat berasal dari biaya layanan AVS tersebut, namun pengguna menghadapi risiko penalti berlapis jika operator melakukan kecurangan atau gagal mempertahankan performa sistem.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, aktivitas restaking belum memiliki aturan khusus yang terperinci. Namun, karena aset kripto di Indonesia dikategorikan sebagai komoditi yang diawasi oleh OJK/Bappebti dan bukan sebagai alat pembayaran sah, imbalan hasil dari restaking tetap dianggap sebagai bagian dari transaksi aset kripto yang tunduk pada pengenaan pajak final jika dicairkan melalui pedagang fisik aset kripto terdaftar.
Contoh
Bayangkan sebidang tanah pertanian subur yang sudah kamu sewa untuk menanam padi. Di sela-sela barisan padi tersebut, kamu juga menanam tanaman pelindung seperti kacang-kacangan yang membantu menyuburkan tanah sekaligus menghasilkan panen tambahan. Kamu memanfaatkan lahan dan biaya sewa yang sama untuk menghasilkan dua jenis komoditas berbeda tanpa perlu membeli tanah baru.
Apa risiko utama dari melakukan restaking?
Risiko terbesar restaking adalah pemotongan aset jaminan atau disebut slashing jika terjadi kesalahan fatal pada jaringan tambahan tersebut. Karena aset jaminan kamu digunakan untuk mengamankan beberapa sistem sekaligus, kegagalan di salah satu sistem dapat membuat modal yang kamu jaminkan terpotong atau hilang secara permanen.
Apa perbedaan mendasar antara restaking dan liquid staking?
Liquid staking mengubah aset yang dikunci menjadi token pengganti agar tetap fleksibel untuk diperjualbelikan di pasar keuangan. Sebaliknya, restaking adalah proses menggunakan jaminan aset yang sudah ada untuk mengamankan protokol lain demi mendapatkan komisi tambahan, tanpa harus menciptakan token baru.
🧠 Uji Paham
🧩 Jenis-Jenis Restaking
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




