๐Ÿ“… Senin, 17 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Harvard Berhenti Buang ETF Bitcoin Usai Pangkas 55% Porsi - Tapi Manuver JPMorgan Justru Berlawanan Arah

Harvard Berhenti Buang ETF Bitcoin Usai Pangkas 55% Porsi - Tapi Manuver JPMorgan Justru Berlawanan Arah

Aksi buang barang akhirnya berhenti. Harvard Management Company memilih mempertahankan 3.044.612 saham IBIT (BlackRock Bitcoin ETF) per 30 Juni 2026, memutus tren jual yang mereka lakukan selama dua kuartal berturut-turut.

Nilai portofolio ETF Bitcoin institusi ini turun $15,6 juta dari kuartal pertama yang sempat menyentuh $116,97 juta. Tapi penyusutan ke level $101,36 juta ini murni imbas koreksi harga saham IBIT di pasar, bukan berasal dari aksi pelepasan aset lanjutan.

Akhir dari Runtutan Jual 55%

Langkah diam ini berbanding terbalik dengan agresivitas mereka beberapa bulan ke belakang. Harvard tergolong rajin memotong porsi kripto mereka sejak tahun lalu. Bermula dari kepemilikan 6,81 juta saham pada September 2025, angka ini dikikis ke 5,35 juta saham pada bulan Desember. Penjualan terus berlanjut hingga mengerucut jadi 3,04 juta saham di bulan Maret 2026. Total porsi IBIT yang mereka jual menembus 55% hanya dalam kurun enam bulan.

Untuk ETF Ethereum, perlakuan mereka jauh lebih mutlak. Harvard sudah membuang bersih posisinya pada kuartal pertama 2026, dan data terbaru memastikan mereka tidak tertarik masuk kembali ke pasar Ethereum. Pendekatan berbeda diambil institusi Ivy League lainnya, Universitas Dartmouth, yang mempertahankan komposisi investasinya tetap utuh. Dartmouth menahan 201.531 saham IBIT berdampingan dengan simpanan ETF Ethereum dan Solana.

Dua Kubu di Puncak Wall Street

Keputusan untuk tidak berbuat apa-apa juga menular ke luar negeri. Dua pengelola dana dari Abu Dhabi meniru sikap serupa. Mubadala tetap memegang 14,72 juta saham IBIT senilai $490,1 juta, bersamaan dengan Abu Dhabi Investment Council yang mengunci posisinya pada 8,22 juta saham senilai $273,6 juta. Keduanya nihil transaksi sejak kuartal pertama.

Pemandangan kontras baru terlihat di Wall Street lewat bank-bank besar yang bergerak beda arah. JPMorgan menambah porsi mereka lewat pembelian IBIT baru, mengangkat saldo kepemilikannya dari 8,3 juta saham menjadi sekitar 10,4 juta saham di kuartal kedua. Tudor Investment Corporation ikut-ikutan menumpuk porsi dengan memborong 109.446 saham IBIT tambahan, membawa aset mereka jadi 688.529 saham bernilai $22,9 juta.

17,7% Pasokan Bitcoin Dinyatakan Hilang Permanen - Tragedi Kunci Privat Ini Justru Jadi Sinyal Bullish๐Ÿ“Œ Baca Juga17,7% Pasokan Bitcoin Dinyatakan Hilang Permanen - Tragedi Kunci Privat Ini Justru Jadi Sinyal Bullish

Namun langkah beli itu tidak dihiraukan oleh Morgan Stanley. Pemain lapis atas ini memilih jalur berlawanan dengan melepas sekitar 4,5% porsi IBIT mereka. Manuver mundur ini memangkas simpanan mereka menjadi sekitar 16,5 juta saham senilai $548,6 juta.

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa

Jeda panjang institusi sekelas Harvard membuktikan bahwa strategi bertahan punya tempatnya sendiri di pasar kripto. Keputusan membiarkan aset $101 juta mengambang, tanpa intervensi walau nilai turun, menegaskan cara pikir uang institusional. Bagi mereka, menahan diri di tengah volatilitas tinggi adalah tindakan aktif yang sama pentingnya dengan transaksi jual atau beli.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share