๐Ÿ“… Sabtu, 3 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Layer-2 Blast Tutup Operasi Usai TVL Anjlok 98% - Pengguna Wajib Tarik Aset Sebelum 26 Oktober

Layer-2 Blast Tutup Operasi Usai TVL Anjlok 98% - Pengguna Wajib Tarik Aset Sebelum 26 Oktober

Jaringan layer-2 Ethereum Blast akhirnya menutup operasi selamanya. Proyek yang dulunya menampung aset hingga $2,2 miliar ini mengumumkan penghentian operasional karena biaya pemeliharaan terus membengkak dan melampaui angka pendapatan.

Pengembang Blast membagikan keputusan penutupan jaringan lewat akun X resmi mereka. Pihak manajemen mengakui bahwa timnya tidak lagi melihat adanya jalur yang kredibel untuk membuat ekosistem bertahan dari segi kalkulasi ekonomi.

Menyusutnya angka Total Value Locked (TVL) sebenarnya sudah menjadi sinyal awal dari kejatuhan proyek. Sejak menyentuh titik tertingginya pada Juni 2024, nilai TVL di protokol decentralized finance (DeFi) Blast telah anjlok lebih dari 98 persen. Dari rekor simpanan awal senilai $2,2 miliar, kini hanya tersisa sebagian kecil modal yang belum ditarik oleh pemiliknya.

Jeda Penarikan Aset Lewat Lido

Pengguna yang masih menyimpan dana diimbau untuk segera menarik aset mereka kembali ke mainnet Ethereum sebelum 26 Oktober 2026. Apabila pemilik dana melewati tenggat waktu itu, sisa aset dipastikan tetap utuh dan bisa diambil, tetapi prosesnya harus dieksekusi melalui bantuan kontrak bridge langsung tanpa antarmuka situs web biasa.

Langkah penarikan ini akan dipangkas durasinya menjadi 24 jam demi mempermudah pengguna. Namun dalam waktu dekat, nasabah masih akan menghadapi jeda teknis sementara. Penundaan terjadi karena pengembang harus memproses pencabutan aset yang terikat di platform Lido terlebih dahulu. Proses penyesuaian posisi likuiditas ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu sebelum arus penarikan bisa berjalan lancar.

Jejak Pendiri di Dua Proyek Berbeda

Kejatuhan jaringan Blast turut menyoroti rekam jejak Tieshun Roquerre. Sosok yang lebih dikenal dengan nama samaran Pacman ini merupakan figur pendiri Blast, yang sebelumnya juga membangun nama Blur sebagai platform marketplace Non-Fungible Token (NFT) ternama.

Pergerakan nilai aset di Blur rupanya tidak jauh berbeda dengan Blast, di mana kedua platform mengalami tren penyusutan tajam pada waktu yang berdekatan. Angka TVL Blur yang sempat menembus $200 juta pada awal 2024 kini terus menyusut hingga tersisa sekitar $27 juta. Kemunduran angka yang menimpa Blur maupun Blast berjalan lurus dengan tren lesunya pasar NFT secara luas belakangan ini.

Bayar AI Tanpa Takut Dilacak - Ethereum Rilis zkAPI ke Mainnet Bermodal ZK Proof๐Ÿ“Œ Baca JugaBayar AI Tanpa Takut Dilacak - Ethereum Rilis zkAPI ke Mainnet Bermodal ZK Proof

Situasi ini berbalik 180 derajat dibandingkan dengan antusiasme saat Blast pertama kali meluncur pada November 2023. Penawaran imbal hasil (yield) bawaan untuk token ETH dan stablecoin kala itu sukses mengumpulkan titipan lebih dari $2 miliar, jauh sebelum jaringan utama mereka beroperasi penuh pada Februari 2024.

Kisah Blast menunjukkan bahwa strategi imbal hasil tinggi sering kali hanya berguna sebagai penarik keramaian sesaat. Saat tagihan biaya operasional layer-2 mulai berjalan harian, sebuah jaringan blockchain lebih membutuhkan aktivitas transaksi organik dari pengguna asli ketimbang aliran modal pasif yang semata-mata mengincar bunga.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya

Baca juga: Bayar AI Tanpa Takut Dilacak - Ethereum Rilis zkAPI ke Mainnet Bermodal ZK Proof


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share