Hester Peirce, komisioner Securities and Exchange Commission (SEC) yang sering dijuluki “Crypto Mom”, mundur dari jabatannya pada Jumat, 3 Oktober 2026. Peirce mengakhiri masa tugasnya sekitar dua bulan lebih awal sebelum masa perpanjangannya yang berdurasi 18 bulan usai. Kepergian ini menyisakan struktur kepemimpinan tipis untuk mengawasi industri kripto bernilai $3 triliun.
Langkah Peirce mencetak sejarah yang jarang terlihat. SEC kini harus bekerja murni mengandalkan Ketua Paul Atkins dan Komisioner Mark Uyeda, keduanya dari Partai Republik. Rekam jejak menunjukkan ini baru kejadian kedua dalam sejarah Amerika Serikat sebuah lembaga pengawas beroperasi dengan dua komisioner.
Kekosongan Kursi di Dua Regulator Utama
Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sudah lebih dulu kekurangan jumlah dewan. Ketua Michael Selig menjabat sendirian sebagai satu-satunya komisioner sejak Caroline Pham mundur pada Desember 2025. Total tujuh kursi komisioner akan berstatus kosong di SEC dan CFTC setelah Peirce meletakkan jabatannya Jumat ini.
Hukum federal mengatur bahwa hanya Presiden Trump yang berwenang menominasikan komisioner pengganti. Hingga kini, Gedung Putih belum mengumumkan daftar nominasi. Seorang pejabat pemerintahan hanya menyatakan Presiden berniat mengajukan anggota baru ke kedua lembaga dalam waktu dekat.
Langkah pengisian posisi di CFTC terlihat sedikit lebih terang. Laporan CNBC pada 4 September membocorkan bahwa tim Gedung Putih tengah menyaring empat kandidat potensial untuk menduduki kursi kosong di sana.
Pengawasan Berlanjut Lewat Aturan Internal
Tiga pemimpin yang tersisa menanggung tugas merumuskan arah regulasi. Rancangan Undang-Undang Clarity Act baru saja kandas di Senat lewat pemungutan suara tipis 49-50. Kegagalan ini memaksa SEC dan CFTC melanjutkan pengawasan kripto melalui proses pembuatan aturan (rulemaking).
๐ Baca JugaCLARITY Act Kandas 49-50 di Senat - Tapi SEC Justru Ambil Alih Lewat Aturan Bebas Staking dan Buyback
Kedua lembaga meneruskan pengaturan pasar memakai wewenang internal. SEC merilis panduan soal kriteria kontrak investasi, sementara CFTC turun tangan mengatur penyimpanan catatan menggunakan teknologi blockchain. Merumuskan detail aturan untuk industri triliunan dolar kini sepenuhnya bersandar pada keputusan tiga figur yang masih bertahan mengawal kedua lembaga.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




