Kejaksaan Keuangan Nasional Prancis (PNF) menetapkan seorang wanita bernama Svetlana A., warga negara Prancis keturunan Rusia, dalam penyelidikan resmi atas dugaan tindak kejahatan finansial berlapis. Kasus ini mencakup penipuan terorganisir, pencucian uang dari hasil kejahatan pajak, serta konspirasi kriminal. Penegak hukum menangkap Svetlana di wilayah Alpes-Maritimes pada Juli lalu. Saat ini, hakim pemeriksa perkara di Paris menahannya bersama seorang pria asal Inggris berinisial Robert H., yang disebut bertindak sebagai mitra dalam operasi pencucian uang itu.
Inti dari dakwaan penyelidik menunjuk pada dugaan manipulasi kurs token kripto Verasity (VRA). Pasangan ini diduga mengatur pergerakan harga token di pasar untuk mengumpulkan keuntungan haram. Dana ilegal hasil manipulasi kripto itu diduga kuat tidak mengendap di dompet digital, melainkan mengalir untuk mendanai pembelian portofolio real estat mewah di Dubai dengan total nilai melampaui 50 juta euro.
Jejak Harga Masa Lalu
Lonjakan harga yang dituduhkan terjadi pada periode pergerakan pasar beberapa tahun silam. Investigasi dari surat kabar Le Monde menelusuri kembali pergerakan token VRA dan mencatat pola kenaikan tajam. Nilai VRA sempat melompat hingga 65 kali lipat hanya dalam rentang waktu dua setengah bulan selama musim semi 2021, sebelum akhirnya anjlok tajam. Data historis pasar dari CoinGecko memperlihatkan token VRA kemudian mendaki kembali dan menyentuh rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $0,08621 pada 31 Oktober 2021. Namun, nilai token langsung ambrol meninggalkan level puncaknya hingga menyentuh harga saat ini.
Rincian Transaksi Belum Dibuka
Meski aparat Prancis sudah menahan dua tersangka utama, konstruksi dugaan manipulasi harga ini belum dijabarkan seluruhnya kepada publik. Pihak berwenang belum membeberkan bukti detail mengenai transaksi spesifik yang menggerakkan harga VRA di bursa. Penyelidik juga masih merahasiakan daftar alamat dompet kripto yang dipakai untuk menampung token, maupun nama bursa kripto yang dijadikan sarana mengeksekusi manipulasi harga.
Pada ujung siklus skema manipulasi semacam ini, uang hasil kejahatan hampir selalu ditarik keluar dari ekosistem blockchain menuju pasar properti fisik lintas negara guna menyamarkan asal-usulnya. Bagi investor eceran yang membeli token VRA pada masa puncak harga, kabar penyelidikan ini memberi konteks tentang aktor nyata di balik pergerakan harga pasar waktu itu.
๐ Baca JugaHacker Bitget Cuci 4 BTC Curian Lewat Wasabi CoinJoin - Jejak Pelarian Lintas 4 Jaringan Terbongkar
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Dompet Bitget Terkuras $183 Juta dalam Satu Jam - Pelaku Rela Bayar ETH 5% di Atas Harga Pasar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




