๐Ÿ“… Senin, 17 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Kalah Cepat dari Serangan AI, Boltz Tutup Operasi - Blockstream Bergegas Rilis Solusi Penggantinya

Kalah Cepat dari Serangan AI, Boltz Tutup Operasi - Blockstream Bergegas Rilis Solusi Penggantinya

Layanan swap non-kustodial Boltz resmi menghentikan seluruh operasinya pada 3 Agustus 2026 akibat gelombang serangan otomatis berbantuan AI. Kecepatan iterasi serangan siber ini terbukti melampaui kemampuan tim pengembang Boltz untuk merespons dan menambal kelemahan sistem mereka.

“Penyerang kini beriterasi lebih cepat dari kemampuan tim seukuran kami untuk menemukan dan menambalnya,” tulis perwakilan Boltz saat mengumumkan penutupan pelayanannya.

Runtuhnya layanan ini bermula dari temuan tanggal 1 Agustus. Saat itu, tim Boltz menemukan bug pada integrasi EVM dan langsung membatasi fitur swap untuk deretan token utama: USDT, USDC, WBTC, TBTC, dan RBTC. Dua hari berselang, mereka memilih menangguhkan semua operasi. Berhentinya Boltz langsung memicu efek domino pada platform Bull Bitcoin, Aqua, dan ZEUS, yang selama ini mengandalkan infrastruktur Boltz. Meski layanannya lumpuh total, Boltz memastikan dana pelanggan tidak pernah berisiko karena penggunaan arsitektur self-custodial. Mekanisme refund tetap terbuka bagi para pengguna.

Kenapa Blockstream Maju Lebih Cepat

Kekosongan infrastruktur pasca penutupan Boltz memaksa pemain lain mengubah jadwal peluncuran produknya. Tepat seminggu setelah insiden itu, Blockstream resmi merilis Blockstream Swaps ke tahap beta testing pada 10 Agustus 2026.

Layanan pertukaran baru ini memfasilitasi swap BTC di jaringan utama, LBTC di ekosistem Liquid, dan Lightning tanpa perantara kustodian. Di balik layar, infrastrukturnya berjalan menggunakan atomic swap yang bertumpu pada kontrak HTLC (hashed time-locked contracts). Blockstream juga menerapkan standar Taproot dan MuSig2 untuk menjaga efisiensi transaksi kooperatif di dalam jaringan.

Saat ini organisasi sudah dapat meminta akses ke program beta ini. Blockstream merancang layanannya agar pengguna akhir dapat membayar invoice Lightning menggunakan koin BTC atau LBTC yang mereka miliki, tanpa harus repot membuka channel Lightning sendiri.

Solusi Cadangan di Tengah Krisis

Masuknya entitas sebesar Blockstream persis setelah penyedia utama tumbang memunculkan asumsi pengambilalihan pasar. Namun perusahaan menepis anggapan ini.

Jamie Dimon Pernah Ancam Pecat Karyawan yang Sentuh Kripto - Kini JPMorgan Terima Bitcoin sebagai Agunan Dolar๐Ÿ“Œ Baca JugaJamie Dimon Pernah Ancam Pecat Karyawan yang Sentuh Kripto - Kini JPMorgan Terima Bitcoin sebagai Agunan Dolar

“Kami tidak berupaya menggantikan penyedia manapun - ini adalah tambahan yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan redundansi,” kata Blockstream soal niat di balik peluncuran produknya.

Runtuhnya Boltz membuktikan bahwa kecepatan serangan AI kini bisa melampaui durasi perbaikan manual tim pengembang. Di lanskap seperti ini, pengguna tidak bisa lagi menggantungkan nasib transaksinya pada satu gerbang saja.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share