Keluhan membanjiri lini media sosial hanya sepekan usai OpenAI merilis GPT-6 Astra ke publik. Model AI terbaru yang pada hari pertama memukau dunia lewat demonstrasi kemampuan rekonstruksi kota dan kapabilitas pemrograman tingkat tinggi itu kini berbalik panen kritik. Pengguna dari berbagai kalangan melaporkan adanya penurunan performa yang kentara pada kualitas keluaran sistem sehari-hari.
Para peneliti dan pengembang perangkat lunak di garis depan merasakan perubahan drastis saat menguji kemampuan model ini. Mereka menemukan pola operasional yang saling bertolak belakang: GPT-6 Astra memang terasa melaju lebih cepat dalam merespons perintah teks, namun kecepatan itu dibayar dengan kualitas penulisan kode dan analisis logika yang jauh memburuk dibandingkan performanya di awal rilis.
Pranjal Paliwal mengambil langkah tegas merespons anjloknya kualitas ini. Pengembang terkemuka yang sempat memberikan pujian terbuka pada hari peluncuran itu memilih mundur. Usai memeriksa ulang kualitas baris kode buatan Astra akhir-akhir ini, Paliwal memutuskan untuk menarik kembali rekomendasinya bagi komunitas pengembang.
Pemangkasan Waktu Berpikir
Komunitas kecerdasan buatan menolak memandang kemerosotan ini sebagai eror sistem sementara. Kecurigaan bermuara pada dugaan bahwa OpenAI telah memangkas porsi “juice value” di balik layar. Istilah ini merujuk pada alokasi daya komputasi yang memberi model waktu berpikir sebelum menyajikan jawaban. Para pengguna menduga jatah komputasi ini diam-diam disunat tak lama sesudah masa demonstrasi awal usai demi menekan beban server.
Pola pelemahan performa pasca-rilis nyatanya punya catatan panjang di lingkungan OpenAI. Kasus degradasi kapabilitas serupa pernah terjadi pada peluncuran model mereka sebelumnya pada bulan Juli 2026, memperkuat penilaian pengguna bahwa praktik memotong daya komputasi usai pameran pembuka sudah menjadi bagian dari operasional rutin perusahaan.
Menakar Janji Kecerdasan Buatan
Dampak dari merosotnya ketajaman nalar Astra menjalar ke arena diskusi yang lebih luas. Di berbagai forum, perdebatan kini menyoroti kembali deretan klaim pencapaian Artificial General Intelligence (AGI) yang dilempar dengan percaya diri oleh jajaran pimpinan OpenAI di panggung peluncuran minggu lalu.
๐ Baca JugaOpenAI Pangkas Waktu Tunggu ChatGPT Images 50% - Sekaligus Hapus Jejak ‘Piss Filter’ dalam Duel Melawan Nano Banana 2
Visi besar menghadirkan kecerdasan tingkat tinggi itu terpaksa berhadapan dengan fakta lapangan. Ketika sistem mutakhir mendadak kehilangan nalar logisnya akibat penyesuaian alokasi server di minggu kedua beroperasi, status AGI yang digaungkan petinggi OpenAI tampaknya masih berupa bahasa pemasaran belaka. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




