Strategi industri kripto di Washington selama hampir dua tahun terakhir resmi berbalik arah. Harapan besar yang tadinya bertumpu pada pengesahan undang-undang struktur pasar menyeluruh oleh Kongres kini pindah ke meja badan regulator federal. Perubahan haluan ini terjadi setelah RUU Clarity Act kandas dalam pemungutan suara prosedural di Senat AS dengan perolehan angka tipis 49-50.
Perolehan suara di Senat jatuh jauh di bawah ambang batas 60 suara yang mutlak dibutuhkan agar rancangan undang-undang bisa lolos. RUU Clarity Act dipastikan gagal melaju setelah terganjal pasal etika yang dikaitkan langsung dengan bisnis kripto milik Donald Trump. Menyikapi jalan buntu dari pemungutan suara ini, Senator Cynthia Lummis menyebut rancangan legislasi itu mati untuk kalender tahun 2026.
Tetapi tertutupnya pintu Kongres sama sekali tidak membuat tatanan aturan kripto di Amerika Serikat jalan di tempat. Dalam rentang waktu 48 jam pasca-kegagalan voting Senat, tiga regulator utama AS serentak mengambil inisiatif. Mereka masuk untuk mengisi kekosongan regulasi menggunakan kewenangan administratif yang melekat pada masing-masing lembaga.
Pengecualian SEC dan Langkah Cepat CFTC
Dari sisi pengawasan bursa, Ketua SEC Paul Atkins merilis kerangka aturan “innovation exemption” atau pengecualian inovasi. Kebijakan administratif mengizinkan platform perdagangan memperdagangkan saham AS yang ditokenisasi langsung di jalur on-chain. Jalur baru membuka ruang bagi entitas pasar untuk beroperasi tanpa memikul kewajiban mendaftar sebagai bursa sekuritas nasional.
Pada saat bersamaan, CFTC menerbitkan panduan no-action yang memberi kepastian bagi pengembang perangkat lunak pasif. Panduan membebaskan pembuat aplikasi dompet kripto dari beban kewajiban mendaftar sebagai introducing broker saat mereka memfasilitasi akses pengguna ke instrumen derivatif teregulasi. Tidak berhenti di penerbitan panduan pembebasan aturan, CFTC juga menyodorkan draf tata kelola pasar kripto ke meja Gedung Putih.
The Fed Patok Syarat Cadangan 100 Persen
Berbeda dengan dua lembaga yang berupaya melonggarkan akses perdagangan, Federal Reserve memilih pendekatan disiplin neraca bagi penerbit stablecoin di bawah mandat GENIUS Act. Bank sentral mengusulkan aturan yang mewajibkan perusahaan pengelola stablecoin memegang cadangan aset likuid 100% untuk menopang setiap token yang beredar.
๐ Baca JugaCFTC Gugat Skema Kripto AI $950 Juta - Jual Janji Untung 15% Sepekan Lewat Trading yang Tak Pernah Ada
Proposal draf aturan The Fed juga menyertakan syarat ketat soal pemenuhan modal risiko operasional bagi para penerbit. Manuver tangkas dari tiga lembaga federal dalam dua hari terakhir membuktikan bahwa penataan industri aset digital AS tetap berjalan penuh meski tanpa undang-undang baru dari Kongres.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




