๐Ÿ“… Jumat, 25 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Kongres AS Macetkan Undang-Undang Kripto 2026 - CFTC Malah Izinkan Perusahaan Putar Dana Pelanggan ke Aset Tokenisasi

Kongres AS Macetkan Undang-Undang Kripto 2026 - CFTC Malah Izinkan Perusahaan Putar Dana Pelanggan ke Aset Tokenisasi

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) Amerika Serikat memperbarui panduan terkait aset tokenisasi dan penggunaan teknologi blockchain pada Kamis, 25 September 2026. Melalui pembaruan panduan ini, setiap perusahaan komoditas yang terdaftar diizinkan untuk menginvestasikan dana pelanggan mereka dalam bentuk aset tokenisasi. CFTC mematok satu syarat utama untuk izin baru ini: bentuk tokenisasi aset wajib memberikan pemegang hak hukum dan ekonomi yang sama, atau setara secara fungsional, dengan yang diterima oleh pemegang aset dalam wujud tradisional.

Pada dokumen yang sama, CFTC juga menyatakan posisi tidak keberatan jika perusahaan di bawah pengawasannya mulai menggunakan teknologi pencatatan berbasis blockchain. Ketua CFTC Michael Selig menyebut pembaruan aturan ini sebagai bagian dari upaya lembaganya untuk memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto.

Rangkaian panduan baru dari CFTC turun hanya dalam hitungan hari setelah pembahasan undang-undang di tingkat parlemen menemui kegagalan.

Mengisi Kekosongan Hukum Parlemen

Pekan lalu, Senat AS kandas saat mencoba meloloskan Digital Asset Market Clarity (CLARITY) Act. Kegagalan mengamankan suara dalam sesi cloture vote memunculkan ekspektasi pasar bahwa Kongres tidak akan bisa merampungkan regulasi struktur pasar kripto sebelum tahun 2027.

Tanpa payung hukum baru dari parlemen, regulator seperti CFTC dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) memutuskan bergerak sendiri melalui jalur pembuatan aturan (rulemaking) untuk mengisi kekosongan legislatif. Manuver CFTC bahkan sudah melangkah lebih jauh, terbukti dari langkah mereka menyerahkan rencana regulasi pasar kripto ke Gedung Putih untuk tahap peninjauan.

Tindakan SEC juga sejalan dengan pola regulasi mandiri ini. Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya menegaskan bahwa lembaganya berstatus siap, mau, dan mampu mengusulkan aturan kripto walau tanpa tindakan dari Kongres. Pernyataan Atkins merujuk pada usulan aturan SEC bulan Agustus 2026 lalu mengenai kontrak investasi tertentu yang melibatkan aset kripto.

New York Gugat Polymarket Tuntut Denda Tiga Kali Lipat - Perebutan Wewenang Pengawasan Makin Panjang๐Ÿ“Œ Baca JugaNew York Gugat Polymarket Tuntut Denda Tiga Kali Lipat - Perebutan Wewenang Pengawasan Makin Panjang

Fokus Baru: Uang Pelanggan dan Blockchain

Keputusan CFTC hari Kamis menyasar ruang yang berbeda dari aturan yang rilis sebelumnya. Pada panduan terdahulu, CFTC membuka jalur pemanfaatan aset tokenisasi khusus untuk lingkungan pasar derivatif. Aturan baru ini mematok fokus yang lebih spesifik, yakni mengatur investasi dana pelanggan dan mengesahkan teknologi pencatatan berbasis blockchain.

Kebuntuan CLARITY Act di Senat pada akhirnya hanya menutup satu pintu regulasi. Ketika Kongres gagal merampungkan tugas legislatifnya, komisi pengawas langsung mengambil kendali penyusunan aturan lewat kewenangan administratif yang mereka pegang.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Trump Terungkap Beli Saham Strategy Hingga $100.000 - Tapi Gedung Putih Punya Pembelaan Sendiri


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share