Gagalnya rancangan undang-undang CLARITY Act maju di Senat pada 15 September justru memicu reli di pasar kripto. Dalam memo tertanggal 30 September, CIO Bitwise Asset Management Matt Hougan mengungkap empat sektor yang langsung mendapat keuntungan dari penundaan regulasi: platform stablecoin, bursa mapan, bisnis tokenisasi, dan token penghasil revenue.
Kenaikan harga terbesar melampaui aset utama. Sementara Bitcoin naik 8% dan Ethereum 7% pada periode pengukuran Hougan, deretan token platform berjenis revenue-repurchase mencatat lonjakan jauh lebih tinggi. NEAR melesat 104%, disusul Uniswap yang naik 49%. Token lain mengekor tren serupa; Pump bertambah 19%, Hyperliquid 15%, dan Lighter menyusul dengan 10% per 30 September.
Tren kenaikan token penyumbang pendapatan langsung mendorong langkah dari pemain institusional. Bitwise meluncurkan U.S. NEAR ETF pada 29 September di bursa NYSE Arca di bawah ticker NRR. Reksa dana bursa dengan biaya pengelolaan 0,75% itu berencana melakukan staking atas seluruh kepemilikan NEAR mereka.
Aturan Cepat Lewat Jalur Agensi
Hougan menyimpulkan kripto menukar kepastian jangka panjang demi aturan yang lebih baik dan lebih cepat. Salah satu imbas instan dari batalnya CLARITY Act adalah nasib pembayaran reward stablecoin. Teks hasil negosiasi RUU itu sebelumnya melarang platform membayar bunga atau yield stablecoin dalam bentuk apa pun, dengan ancaman denda mencapai $5 juta untuk setiap pelanggaran.
Karena larangan ketat batal berlaku, aturan kembali bersandar pada GENIUS Act yang disahkan 18 Juli 2025. Beleid lama itu hanya melarang penerbit stablecoin membayar yield sekadar untuk memegang token. Hougan menempatkan Coinbase sebagai penerima manfaat paling besar dari celah aturan hukum, karena bursa tetap leluasa menawarkan reward stablecoin kepada para penggunanya.
Tepat dua hari setelah voting Senat berakhir buntu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menerbitkan aturan pengecualian bersyarat selama lima tahun. Pengecualian mengizinkan saham Amerika Serikat yang ditokenisasi untuk diperdagangkan langsung melalui Automated Market Maker (AMM) dan pool likuiditas.
๐ Baca JugaBank Komunitas AS Gugat OCC - Tolak Jalur Samping Kripto ke Sistem Federal
Risiko Keputusan Sepihak Penegak Hukum
Ketiadaan undang-undang definitif memendam celah yang membayangi pasar. Aturan yang kini bertumpu pada keputusan agensi seperti SEC dan CFTC jauh lebih mudah dibalik ketimbang regulasi setingkat undang-undang. Administrasi baru di masa depan bisa memutar arah kebijakan, dan para pemimpin agensi yang baru berpotensi mengambil pendekatan penegakan yang lebih keras mulai Januari 2029.
Jeda regulasi saat ini sekadar memberi pengembang kripto waktu tambahan untuk mengejar pertumbuhan. Perusahaan bebas merangkai produk baru dari kelonggaran izin agensi, setidaknya sampai perombakan kepemimpinan di Washington kembali mengubah peta aturan main. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




