Armada Acquisition Corp. II, entitas SPAC yang bertugas membawa perusahaan treasury XRP Evernorth ke pasar publik, melonjak hampir 270% sepanjang minggu lalu. Lonjakan harga itu membawa saham Armada mendekati empat kali lipat dari nilai trust awalnya di kisaran $10,50, persis sebelum proses merger kedua perusahaan rampung.
Pihak Evernorth mengonfirmasi bahwa penggabungan itu dijadwalkan selesai pada Rabu, 7 Oktober, bergantung pada beberapa syarat akhir yang tersisa. Kalau semua syarat terpenuhi, entitas gabungan baru ini akan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Kamis, 8 Oktober. Ripple terdaftar langsung sebagai salah satu pemegang saham Evernorth, memberikan sokongan pada langkah perusahaan masuk ke bursa.
Risiko Penarikan Dana 80 Persen
Di balik angka kenaikan di bursa, pemegang saham bakal menarik kembali sekitar 80% dari uang trust awal (redemptions), menurut kalkulasi CoinDesk. Tingkat penarikan dana sebesar itu menyisakan porsi saham publik yang sangat sedikit untuk ditransaksikan di pasar terbuka. Volume saham beredar yang tipis ini berpotensi memperbesar volatilitas harga saat perdagangan resmi dimulai nanti.
Neraca Evernorth juga menanggung beban dari pergerakan harga kripto. Sebagian cadangan XRP yang sudah dibeli perusahaan memakai uang tunai kini bernilai jauh lebih rendah dari harga perolehan awalnya.
Jejak Suram Saham Treasury Kripto
Sejarah para pendahulunya memberi peringatan nyata bagi investor. Perusahaan penyimpan kripto lain yang melangkah ke bursa publik terbukti kesulitan mempertahankan harga saham mereka usai merger. Twenty One, entitas serupa yang disokong penerbit stablecoin Tether, turun 25% pada hari pertama debutnya di New York Stock Exchange. Nilai saham ProCap BTC merosot lebih tajam lagi, kehilangan lebih dari 60% sejak mereka merampungkan merger.
๐ Baca JugaMetaplanet Jual 10.000 BTC Lalu Beli Kembali 11.000 Keping Lebih Mahal - Semua Demi Menjawab Lembaga Rating
Bagi calon pembeli saham publik, debut Evernorth di Nasdaq minggu ini menguji apakah narasi XRP sanggup melawan tren turunnya nilai saham perusahaan penyimpan aset kripto, atau justru memperpanjang deretan kerugian investor ritel di bursa. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




