Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) resmi menyatakan dokumen registrasi Evernorth Holdings efektif. Keputusan administratif itu membuka jalan bagi perusahaan kas XRP ini untuk menggelar merger dengan Armada, entitas akuisisi tujuan khusus (SPAC) yang sudah melantai di bursa Nasdaq.
Pemegang saham dijadwalkan memberikan suara penentu pada 30 September 2026, dengan batas waktu penebusan saham jatuh dua hari sebelumnya pada 28 September. Jika mayoritas setuju, entitas gabungan baru bakal langsung diperdagangkan di papan Nasdaq memakai ticker saham XRPN. Eksekusi penggabungan ditargetkan rampung pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun ini. Pencapaian itu menempatkan Evernorth sebagai perusahaan kas XRP publik terbesar di dunia.
CEO Asheesh Birla menyebut lampu hijau regulator sebagai tonggak penting menuju kombinasi bisnis yang diusulkan. Langkah Evernorth bersinggungan dengan arus masuk ETF XRP spot kumulatif yang telah menembus angka $1,637 miliar. Namun status efektif dari SEC murni pembersihan prosedur kelengkapan dokumen. Keputusan itu bukan bentuk dukungan terhadap proses merger, bukan validasi atas model bisnis Evernorth, dan tidak bisa diartikan sebagai sokongan atas XRP sebagai instrumen investasi.
Mengekor Model Cadangan Strategy
Evernorth tergolong dalam kategori Digital Asset Treasury (DAT). Model operasi khusus ini menjadikan kepemilikan aset digital sebagai cadangan nilai utama bagi sebuah entitas publik. Konsep penumpukan koin yang awalnya dipelopori oleh perusahaan Strategy untuk Bitcoin sekarang coba direplikasi ke dalam ekosistem XRP.
Proyek yang pertama kali diumumkan pada Oktober lalu itu hadir membawa sederet dukungan institusional. Nama-nama seperti Ripple, Arrington Capital, SBI Group, Pantera Capital, Kraken, dan GSR masuk dalam daftar penyokong modal. Konsorsium ini menghimpun dana lebih dari $1 miliar yang dialokasikan khusus untuk memborong XRP dari pasar.
Target awal yang ditetapkan mencakup kepemilikan sedikitnya 473 juta token XRP. Angka patokan itu turut mencakup tambahan kontribusi dari pihak Ripple - kucuran dana segar yang hanya akan dicairkan sesudah proses merger dengan Armada dinyatakan selesai.
Celah Putusnya Siklus Modal
Alih-alih sekadar menahan aset, Evernorth berencana mengelola tumpukan XRP mereka. Perusahaan membidik tambahan imbal hasil dari keterlibatan di protokol keuangan desentralisasi (DeFi), ikut mengambil peran dalam operasi validator jaringan, serta memutar sebagian aset untuk investasi lanjutan di dalam ekosistem.
๐ Baca JugaGoldman Sachs Pegang $86,5 Juta di ETF XRP - dan Tiga Pengajuan Baru Langsung Masuk SEC
Meski begitu, model bisnis DAT menyimpan celah kelemahan struktural. Skema perluasan bisnis mereka bergantung penuh pada ketersediaan premium - harga saham yang harus selalu diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan nilai aktual tumpukan XRP di tangan perusahaan. Jika harga XRP tiba-tiba anjlok di pasar, siklus pendanaan andalan perusahaan bisa tersendat dan membuat laju ekspansi terhenti.
Pemungutan suara pada akhir bulan ini bakal menjadi hakim penentu arah perusahaan. Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Form S-4 Sah, Nasib Merger Evernorth dan Pencatatan Ticker XRPN di Nasdaq Ditentukan 30 September
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




