Securitize dan LG CNS menandatangani nota kesepahaman pada 6 Oktober 2026 untuk mengembangkan ekosistem aset digital bagi institusi di Korea Selatan. Kerja sama institusional ini membidik tiga area prioritas: dana tokenisasi institusional dan sekuritas, infrastruktur stablecoin, serta solusi perbendaharaan aset digital.
Securitize membawa rekam jejak tokenisasi teregulasi yang mengelola aset senilai $5 miliar per September 2026 berbekal kemitraan bersama BlackRock, Apollo, BNY, Hamilton Lane, KKR, dan VanEck. Dari sisi sebaliknya, LG CNS menyumbangkan layanan teknologi dan jaringan operasional mereka yang sudah mapan di sektor keuangan domestik Korea.
Platform Baru dari Uji Coba 80.000 Nasabah
Bertepatan dengan pengumuman kemitraan, LG CNS meluncurkan platform Keystone of Institutional Trust Landscape (KITL). Sistem ini menyasar bank, perusahaan sekuritas, penerbit kartu kredit, dan penyedia pembayaran yang sedang membangun layanan stablecoin atau tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
KITL beroperasi dengan empat fungsi inti: dompet digital, pemrosesan transaksi, dukungan biaya jaringan, dan pengumpulan rekaman transaksi. LG CNS menyusun teknologi dompet digital mereka berdasarkan temuan uji coba Project Hangang dari Bank of Korea. Proyek percontohan itu melibatkan tujuh bank dan sekitar 80.000 nasabah untuk mengeksekusi pembayaran nyata di minimarket dan supermarket.
Jaringan pendukung LG CNS untuk menopang infrastruktur KITL juga mencakup pemain kripto seperti Circle, Canton Foundation, Chainalysis, dan Chainlink.
Kenapa Februari 2027 Begitu Penting?
Tiga hari sebelum menggandeng LG CNS, Securitize lebih dulu meneken perjanjian dengan KB Securities pada 3 Oktober 2026. Kesepakatan strategis di pasar Asia Timur itu fokus pada pengembangan dana pasar uang yang ditokenisasi di jaringan OP Mainnet bersama Optimism Foundation.
Semua rentetan langkah institusional ini merespons cetak biru regulasi sekuritas token usulan Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan yang mulai berlaku penuh pada 4 Februari 2027. Beleid baru itu akan mengatur aspek hukum bagi saham, obligasi, reksa dana, hingga sekuritas investasi fraksional dalam wujud token.
๐ Baca JugaPolymarket Rombak Mesin Kontrak Pintar Berusia 7 Tahun - Siapkan Panggung Ekspansi Lintas Blockchain
Penyediaan infrastruktur pengelola aset menjadi faktor penentu sebelum keran regulasi resmi beroperasi pada kuartal pertama tahun depan. “Tujuan kami adalah membantu membangun infrastruktur yang bisa membawa lebih banyak produk keuangan berkualitas tinggi ke on-chain di Korea,” ujar CEO Securitize Carlos Domingo merangkum posisi strategis perusahaannya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Ondo Bawa Saham Pra-IPO AI ke Dompet Kripto 24 Jam - Pembeli Dapat Hak Ekonomi Tanpa Lembar Saham
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




