Sebanyak 77% institusi finansial menargetkan penggunaan agunan tertokenisasi selambatnya pada 2026 demi keluar dari hambatan infrastruktur keuangan tradisional. Rencana peralihan ini tertuang dalam laporan riset terbaru dari Citi bersama The ValueExchange bertajuk ‘Digital Collateral: A Practical Reality’ yang diterbitkan pada 24 September.
Saat ini, satu institusi finansial besar menanggung beban agunan menganggur (idle collateral) yang nilainya menyentuh batas $15 miliar. Uang sebanyak ini tertahan oleh sistem kliring yang sangat terfragmentasi serta batasan jam operasional bursa tradisional. Inefisiensi ini mengakibatkan institusi di kategori Tier 1 mencatat kerugian pendapatan tahunan (lost income) sekitar $346 juta.
Kenapa Uang Sebanyak Itu Harus Menganggur
Sebuah institusi keuangan berdampak sistemik rata-rata harus mengelola agunan harian bernilai $74 miliar yang tersebar di sekitar 65 lokasi kustodian yang terpisah-pisah. Dari angka harian itu, sekitar 25% dana diam tanpa menghasilkan imbal hasil dan ditahan murni sebagai cadangan pengaman.
Infrastruktur tradisional berulang kali gagal memindahkan aset antar-lokasi tepat waktu setiap kali pasar mendadak membutuhkan likuiditas, memaksa bank mengunci dana mereka sendiri sebagai langkah jaga-jaga. Menyikapi inefisiensi ini, institusi kini menyiapkan aset kas digital, reksa dana pasar uang (money market funds), dan instrumen surat utang negara untuk segera ditokenisasi. Format aset digital baru ini langsung disiapkan guna memenuhi kebutuhan margin dan pembiayaan institusi secara instan.
Temuan Identik di Berbagai Riset
Sebuah laporan riset terpisah dari Nasdaq dan The ValueExchange turut menemukan pola kerugian serupa, mencatat rata-rata institusi menahan agunan di kisaran $74 miliar dengan porsi 25% menganggur tanpa mencetak keuntungan bagi pemiliknya.
๐ Baca JugaPolymarket Rilis Bot AI untuk Eksekusi Ribuan Pasar Prediksi - Pengguna Tak Perlu Serahkan Kunci Dompet
Institusi perbankan kini bersiap memindahkan operasional ke jaringan blockchain untuk memecah masalah likuiditas sekaligus menghentikan bocornya pendapatan $346 juta per tahun di sistem lama. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




