SpaceX membukukan pendapatan $7,8 miliar di kuartal kedua 2026, unggul dari ekspektasi analis Wall Street yang mematok angka $6,9 miliar. Capaian ini ikut divalidasi oleh pemantau on-chain @WatcherGuru lewat platform X dengan postingan yang mendapat 3.473 likes.
Kinerja kuat selama periode April hingga Juni ini membantu menyempitkan kerugian bersih perusahaan menjadi $541 juta. Layanan internet satelit Starlink tetap berada di garis terdepan sebagai pencetak profit utama. Arus uang tunai dari bertambahnya pelanggan Starlink masih menjadi bahan bakar finansial yang dibutuhkan untuk mendanai pengembangan proyek roket Starship.
Tapi laporan operasional dari area satelit komersial ini harus ditebus oleh kerugian di neraca kripto mereka.
Beban 18.712 Bitcoin di Laporan Keuangan
Data menyebutkan SpaceX menahan kepemilikan 18.712 BTC. Nilai pegangan kripto ini menyusut tajam dari posisi $1,64 miliar pada penghujung tahun 2025 menjadi tersisa $1,10 miliar per 30 Juni 2026. Penurunan nilai di buku akuntansi sebesar $540 juta ini berjalan seiring dengan jatuhnya harga Bitcoin sebesar 33% sepanjang paruh pertama tahun ini.
Koreksi Saham dan Penjualan Bulan Agustus
Meski pendapatan mengalahkan target analis, reaksi pasar berkata lain. Harga saham SPCX jatuh 6% di sesi perdagangan after-hours, menghapus laju kenaikan hampir 10% yang sempat terjadi di awal sesi reguler. Harga saham ini masih terperangkap di bawah level $135 yang tercipta saat penawaran saham perdana bernilai $86 miliar bulan Juni lalu.
Tekanan dari sisi penawaran berpotensi membesar dalam hitungan hari. Agenda pelepasan kunci saham perdana akan berlangsung pada 6 Agustus 2026. Setidaknya ada 912 juta lembar saham yang dipegang oleh para karyawan dan investor awal akhirnya bebas untuk ditawarkan ke pasar umum.
Walau agenda penjualan ini membayangi harga di bursa, pihak analis sekuritas tetap berpegang pada tren panjang yang positif. Firma riset Bernstein mengumumkan posisi untuk mempertahankan rating Outperform saham SPCX dan meletakkan target harga tertinggi di $239.
📌 Baca JugaBitdeer Raup Kontrak AI $4,7 Miliar di Norwegia - Tapi Penambang Bitcoin Ini Masih Harus Berutang $500 Juta
Siapa yang Menyewa Komputasi Orbit SpaceX?
Harga saham mungkin tertekan dan kerugian Bitcoin terus menggerus neraca, namun proyek infrastruktur satelit baru perusahaan ini mulai mendatangkan kontrak kas nyata. SpaceX tengah mempercepat pengerjaan pusat data yang beroperasi langsung di orbit luar angkasa.
Layanan komputasi di ruang hampa udara ini mengikat pembeli kelas berat. Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic telah mengamankan kapasitas komputasi orbit ini dan sepakat membayar biaya $1,25 miliar setiap bulannya hingga periode Mei 2029.
Bagi SpaceX, pergerakan harga Bitcoin mungkin menekan margin laba sesaat, tapi masa depan arus kas mereka bersandar penuh pada dominasi peluncuran satelit dan komputasi awan di luar atmosfer bumi.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




