Pada 3 September 2026, Robinhood Chain menagih sekitar $4,5 juta biaya transaksi dari para penggunanya dalam satu hari. Di saat bersamaan, ongkos yang mereka bayar ke Ethereum sebagai Layer 1 untuk mengamankan data itu hanya $398. Rincian tagihan ke Ethereum ini terdiri dari $396 untuk lapisan eksekusi dan $2 untuk urusan bukti validasi.
Laporan dari firma analisis Bitquery memperlihatkan realitas ekonomi di balik jaringan Layer 2. Robinhood merancang jaringan ini khusus untuk menampung aktivitas perdagangan saham tokenisasi dan aset kripto. Sejak blok pertama meluncur pada 30 April hingga 3 September 2026, jaringan ini memproses 597 juta transaksi yang tersebar di 54 juta blok.
Rangkaian transaksi beruntun itu menghasilkan biaya kumulatif $23 juta. Faktanya, mayoritas uang ini baru terkumpul dalam hitungan minggu terakhir.
Konsumsi Gas Naik Tiga Kali Lipat
Pola transaksi di Robinhood Chain berubah tajam menjelang akhir Agustus. Data menunjukkan 70% dari total biaya kumulatif jaringan ini didapat sejak tanggal 24 Agustus. Hanya dua hari sebelumnya, pada 22 Agustus, biaya harian masih tertahan di level $54.701.
Dalam rentang waktu kurang dari dua pekan, konsumsi gas di jaringan ini melonjak tiga kali lipat. Kenaikan beban inilah yang mendorong biaya harian melesat hingga menembus $4,5 juta pada awal September. KabarBitcoin sebelumnya pernah melaporkan biaya transaksi di jaringan ini sempat anjlok 97% walau volume tetap di sekitar rekor tertinggi. Data terbaru ini mengungkap sisi lain dari ekonomi jaringan: besarnya uang yang ditarik dari pengguna berbanding ongkos minimal ke Ethereum.
Meski selisih pendapatan $4,5 juta dan biaya $398 terlihat lebar, uang ini tidak otomatis menjadi margin keuntungan perusahaan.
Siapa yang Sebenarnya Untung?
Bitquery mengingatkan bahwa selisih angka itu bukan cerminan profit bersih Robinhood. Hitungan di buku besar blockchain tidak mencatat biaya operasional dunia nyata. Robinhood tetap harus membayar gaji karyawan, merawat perangkat keras, membangun infrastruktur, hingga mendanai pengembangan proyek dan ongkos kepatuhan hukum.
๐ Baca JugaWall Street Kunci $3 Triliun di Jalur Tertutup - Monument Bank Buka Deposito Tokenisasi untuk Penabung Biasa
Di pihak lain, uang $398 itu juga bukan pendapatan yang diterima oleh sebuah entitas bernama Ethereum. Nominal ini murni tarif otomatis jaringan yang dibayar Robinhood Chain agar bisa menggunakan Ethereum sebagai tempat penyelesaian akhir transaksinya.
Situasi ini sejalan dengan argumen lembaga riset South Korea’s Digital Asset yang terbit pada 20 September 2026. Pertumbuhan Layer 2 yang pesat tidak otomatis menciptakan nilai ekonomi proporsional di Ethereum mainnet. Jutaan transaksi mungkin terjadi di lapisan atas, namun jaringan utamanya hanya menerima bagian kecil uang sebagai imbalan penyediaan keamanan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Sebelumnya: Fee Robinhood Chain Anjlok 97% - Kenapa 8,9 Juta Transaksi Tetap Mengalir Tiap Hari?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




