Melalui postingan di X pada 24 Juli 2026, Strategy mengklaim struktur modal mereka saat ini sanggup bertahan menghadapi skenario berat: harga Bitcoin jatuh 11,4% per tahun selama 5,8 tahun berturut-turut. Klaim ini dilempar tepat saat Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $64.463 - angka yang merosot di bawah rata-rata harga beli perusahaan, dengan saham MSTR menutup hari di level $91,67.
Janji ketahanan hampir enam tahun ini terdengar meyakinkan di atas kertas, namun fondasinya dibangun dari matriks ukur yang mereka ciptakan sendiri.
Dari Mana Angka Penahan Jatuh Ini Berasal?
Kalkulasi Strategy sepenuhnya bergantung pada metrik internal bernama ‘BTC Floor ARR’. Ini merupakan tingkat imbal hasil tahunan terendah dari Bitcoin yang dianggap mampu menjaga rasio BTC Rating perusahaan tetap di atas batas 1.0x. Masalah utamanya ada pada status metrik itu sendiri.
BTC Rating bukanlah peringkat kredit dari lembaga pemeringkat independen, melainkan ukuran ilustrasi buatan sendiri yang mengabaikan bahaya gagal bayar silang (cross-default) dan risiko pembiayaan ulang utang. Model hitungan ini berasumsi perusahaan akan selalu bisa membiayai ulang utangnya dengan syarat serupa. Di tengah krisis pasar nyata, pintu pinjaman sering tertutup rapat atau menuntut bunga yang lebih mencekik.
Aksi Jual Demi Menutup Kas
Di balik optimisme model proyeksi ini, kewajiban finansial perusahaan terus berjalan. Beban bunga dan dividen tahunan Strategy kini memakan biaya $1,7 miliar. Saldo uang tunai yang ada di tangan mereka saat ini hanya cukup untuk menutup tagihan itu kurang dari dua tahun, kecuali mereka segera mencari suntikan pendanaan baru.
Kebutuhan kas ini sudah memaksa langkah nyata. Sepanjang rentang 29 Juni hingga 5 Juli, Strategy menjual 3.588 keping BTC dan mengantongi dana $216 juta. Aksi ini memangkas total cadangan Bitcoin mereka dari 847.363 menjadi 843.775 BTC. Uang hasil penjualan ini langsung dialirkan untuk membiayai distribusi saham preferen dan mengisi ulang brankas uang tunai.
Jaring Pengaman $1,25 Miliar
Pelepasan aset kripto ini memang sudah terencana sistematis. Pada Juni 2026, Strategy mengesahkan Kerangka Modal Kredit Digital yang memberi wewenang bagi perusahaan untuk mencairkan Bitcoin hingga batas $1,25 miliar demi mengamankan cadangan uang kas.
📌 Baca JugaVeteran Kripto Kunci Rapat Asetnya di Bawah $64.463 - Pergerakan Koin Lama Jatuh ke Titik Terendah Sejak 2022
Sebagai manuver pelengkap agar sahamnya tetap menarik di bursa, perusahaan ikut menaikkan dividen STRC ke angka 12%. Mereka juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai $1 miliar untuk saham biasa maupun preferen.
Kalkulasi daya tahan lima tahun mungkin bisa membeli waktu dan ketenangan di hadapan investor. Tetapi saat tekanan utang kian menumpuk, pasar akan selalu menghitung berapa banyak uang tunai asli yang tersisa untuk membayar tagihan - bukan seberapa bagus skor ilustrasi internal di atas kertas presentasi.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




