Financial Intelligence Unit India (FIU-IND) mengeluarkan surat ketidakpatuhan yang menyasar 15 platform perdagangan kripto asing. Langkah penindakan di bawah Pasal 13 Undang-undang Pencegahan Pencucian Uang (PMLA) menargetkan daftar panjang entitas meliputi Weex, Blofin, Rezorex, Bitunix, DigiFinex, Toobit, XT.com, Latoken, WOO X, Pionex, ChangeNow, SimpleSwap, Fixedfloat, WhiteBIT, dan Guardarian.
FIU-IND tidak berhenti pada penerbitan surat tertulis. Lembaga ini turut merilis perintah pemblokiran paksa yang mencakup penutupan akses aplikasi dan alamat situs web dari seluruh platform terdaftar. Tindakan pemblokiran bersandar pada Pasal 79(3)(b) Undang-undang Teknologi Informasi, yang pelaksanaannya merujuk pada aturan modifikasi tahun 2025.
Bagi otoritas India, lokasi kantor pendaftaran perusahaan bukan alasan bebas hukum. Sejak bulan Maret 2023, India memasukkan seluruh penyedia jasa aset virtual (VASP) ke dalam kerangka kerja regulasi anti-pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme (CFT). Perusahaan lepas pantai yang beroperasi dari negara lain tetap terikat kewajiban yang sama saat melayani para pengguna asal India.
Menyasar Transaksi Skala Besar
Pengawasan platform asing berjalan beriringan dengan pelacakan aliran dana investor. Sejak bulan Juni, FIU mendesak setidaknya tiga bursa kripto besar menyerahkan catatan kelengkapan transaksi over-the-counter yang bernilai di atas $10.000. Data arsip yang dituntut harus menampilkan riwayat perputaran dana terhitung sejak bulan Januari 2026.
Manuver regulator membidik pelaku bisnis asing bukan barang baru. Pada bulan Desember 2023, instansi terkait mengirim surat teguran resmi untuk sembilan platform berskala besar.
Kenapa Pengguna Memilih Menyingkir
Bertransaksi di dalam negeri memaksa investor menanggung rentetan tarif ganda. Kebijakan pemerintah menetapkan pungutan pajak pada level 30% khusus untuk setiap keuntungan investasi kripto. Angka pemotongan ditambah kewajiban setor satu persen untuk tipe transaksi aset digital tertentu.
๐ Baca JugaBlock Ajukan Izin Bank Kripto Federal ke AS - Tapi Nama Jack Dorsey Tak Ada di Daftar Eksekutif
Tarif pajak tinggi dan hilangnya akses ke platform global mendorong perubahan rutinitas pasar. Laporan teranyar memperlihatkan pengguna India sekarang beralih memakai layanan pengisian kartu hadiah luar negeri yang berkantor di Swedia, Jerman, serta Singapura. Fasilitas alternatif ini memungkinkan warga membelanjakan koin stabil USDT tanpa repot mencairkan aset melewati bursa domestik.
Memblokir 15 bursa asing memutus rute resmi perdagangan dari luar wilayah yurisdiksi. Tapi pergeseran warga ke layanan di benua Eropa membuktikan tekanan hukum tinggi tetap merembeskan modal mereka lewat rute yang lebih tersembunyi.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Australia Cabut 45 Izin Kripto Setahun - Satu Bursa Berujung Jadi Sarang Sindikat Penipuan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




