Tether resmi menandatangani nota kesepahaman dengan National Bank of Kazakhstan dan Otoritas Kota Alatau pada 7 Oktober 2026. Kesepakatan tiga pihak ini membuka jalan bagi peluncuran percontohan stablecoin baru yang nilainya dipatok langsung ke mata uang nasional tenge.
Langkah bersama ketiga entitas ini berlanjut pada eksplorasi tokenisasi aset riil menggunakan Hadron, platform khusus milik Tether. Mereka juga merencanakan pengembangan kerangka kerja keuangan terdesentralisasi di dalam yurisdiksi keuangan Kazakhstan.
Mengubah Obligasi Menjadi Token
Platform Hadron akan memegang peran teknis dalam tahap uji coba penerbitan instrumen investasi digital. Platform ini disiapkan untuk memfasilitasi proses penerbitan hingga pengelolaan siklus hidup berbagai instrumen keuangan. Aset yang masuk dalam ruang lingkup tokenisasi mencakup obligasi, ekuitas, dan komoditas, yang seluruh aktivitasnya akan berpusat di Kota Alatau.
Kota Alatau memiliki keistimewaan hukum berkat reformasi konstitusi yang bergulir pada Juli 2026. Wilayah itu menyandang status resmi sebagai zona ekonomi akselerasi, sebuah penetapan yang khusus disiapkan agar kota itu bisa beroperasi sebagai pusat pengujian inovasi finansial digital terkemuka di negaranya.
Fondasi Hukum dan Uji Coba Terdahulu
Infrastruktur regulasi untuk menopang peluncuran token ini sudah berdiri sebelum nota kesepahaman ditandatangani. Kazakhstan telah memberlakukan aturan aset digital komprehensif sejak 1 Mei 2026. Ketentuan baru itu menugaskan lembaga negara untuk mengawasi peredaran stablecoin beragun uang fiat dan berbagai bentuk aset keuangan digital lainnya.
Bagi Bank Sentral Kazakhstan, keterlibatan bersama Tether melengkapi rentetan program eksperimen mereka. Pada September 2025, otoritas moneter ini telah lebih dulu menguji coba stablecoin tenge pertama bernama Evo (KZTE). Proyek awal itu berjalan di atas jaringan blockchain Solana melalui kolaborasi teknis dengan bursa kripto Intebix dan perusahaan pembayaran Mastercard.
Masuk ke Infrastruktur Kedaulatan
CEO Tether Paolo Ardoino merespons kerja sama percontohan ini sebagai bukti bahwa tren eksplorasi aset digital mulai bergeser arah. Ia menilai pengelolaan cadangan strategis melalui teknologi blockchain kini mulai diuji coba langsung sebagai bagian dari infrastruktur keuangan level kedaulatan negara.
๐ Baca JugaCircle Sambut DJ Khaled ke ‘Tim USDC’ - Jejak Kasus ICO Bodong $25 Juta Langsung Dikuliti Komunitas
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: 46% Konsumen Asia Pasifik Siap Pakai Stablecoin - Tapi 41% Keliru Mengira Harganya Selalu Naik
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




