Federal Reserve AS mengajukan dua proposal aturan pada Kamis, 25 September 2026, untuk menerapkan GENIUS Act - undang-undang stablecoin yang ditandatangani Donald Trump pada Juli 2025. Salah satu butir paling menentukan adalah tenggat waktu pencairan: penerbit wajib memproses penebusan token menjadi uang fiat maksimal dalam dua hari kerja.
Bila cadangan dana perusahaan turun di bawah rasio pencadangan penuh satu berbanding satu, alarm menyala. Mereka harus segera memberitahu The Fed dan dihadapkan pada dua pilihan tegas: menyusun rencana pemulihan darurat atau melikuidasi keseluruhan proyek stablecoin mereka.
Untuk memastikan dana selalu siap ditarik, proposal pertama membatasi jaminan hanya pada aset paling aman. Penerbit token hanya boleh memakai surat utang negara jangka pendek, deposito bank, serta aset likuid berkualitas tinggi lainnya sebagai penyangga nilai tukar.
Laporan Bulanan Berlapis Audit
Tuntutan transparansi ditarik ke level yang sama dengan perusahaan publik konvensional. Setiap bulan, penerbit harus merinci jumlah stablecoin yang beredar lengkap dengan nilai dan isi keranjang cadangan mereka. Laporan itu wajib diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar, lalu disertifikasi melalui tanda tangan langsung dari jajaran petinggi perusahaan - CEO dan CFO.
Sejalan dengan Kantor Pengawas Mata Uang (OCC), bank sentral mempertahankan sikap keras soal imbal hasil. Pembayaran bunga kepada pemegang stablecoin dilarang penuh. Meski begitu, regulator menyisakan satu pengecualian sempit: platform kripto boleh membagikan insentif yang mekanismenya mirip dengan program poin kartu kredit tradisional.
Karpet Merah untuk Anak Usaha Bank
Sementara aturan pertama fokus pada pemain lama, proposal kedua membuka jalan bagi institusi keuangan konvensional. Bank-bank di bawah pengawasan The Fed kini mendapat jalur aplikasi resmi untuk menerbitkan stablecoin, asalkan operasionalnya dipisahkan ke dalam anak perusahaan khusus pembayaran.
๐ Baca JugaNew York Gugat Polymarket Tuntut Denda Tiga Kali Lipat - Perebutan Wewenang Pengawasan Makin Panjang
Pengajuan dokumen teknis ini menjawab kebuntuan panjang pelaksanaan GENIUS Act yang seharusnya rampung Juli 2026. Meski tenggat waktu legal sudah terlewat, pergerakan ini menandai kelanjutan dari rancangan awal batas modal dan aturan penebusan. Di sisi lain, OCC juga sedang memacu penyelesaian aturan mereka agar final sebelum November, mendahului batas Januari mendatang.
Fase Pengujian Publik
Nasib rancangan belum mencapai garis akhir. Kedua proposal akan melewati masa uji publik selama 60 hari sejak masuk ke dokumen Federal Register. Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan dukungan penuhnya terhadap draf yang ada, sembari memberi catatan bahwa tugas regulator belum usai sampai instrumen ini benar-benar bisa diandalkan sebagai alat pembayaran harian.
Aturan main baru telah digelar di atas meja, menunggu tanggapan dari industri yang selama ini beroperasi dengan pengawasan minim. Dilansir dari CoinDesk.
Sebelumnya: Senat AS Gagal Loloskan Clarity Act - The Fed Langsung Terbitkan Aturan Cadangan Penuh Stablecoin
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




