Firma keamanan GoPlus Security menantang klaim desentralisasi THORChain setelah melacak pergerakan dana hasil peretasan bursa Bitget. Aset curian itu lewat melalui protokol lintas rantai THORChain tanpa terblokir validator. Data analitik GoPlus menunjukkan 101,5 BTC yang berkaitan langsung dengan peretasan Bitget ditarik keluar melewati jaringan ini. Pembobolan Bitget menyisakan total kerugian antara $351,6 juta hingga $387,5 juta. Selain ratusan Bitcoin, pemantauan GoPlus juga mendapati 27,63 juta XRP dialihkan menuju jaringan Bitcoin melewati protokol yang sama.
Beda Kelas dari Layer-1 Murni
Status desentralisasi THORChain mulai dipertanyakan akibat temuan ini. GoPlus memandang arsitektur protokol ini tidak bisa disamakan dengan jaringan Layer-1 murni seperti Bitcoin atau Ethereum. Perbedaan utamanya ada pada struktur kekuasaan di dalam ekosistem. Validator THORChain memegang wewenang kontrol darurat yang berpusat pada sekelompok pihak. Dokumentasi resmi mencatat satu operator node saja berhak mengeksekusi perintah penangguhan (make pause). Perintah tunggal ini sanggup membekukan seluruh sistem selama 720 blok, atau setara durasi satu jam. Waktu penangguhan ini bahkan bisa terus diperpanjang lewat dukungan node lain.
Hak Veto Penahan Transaksi Keluar
Selain membekukan sistem, operator node punya kendali di tahap eksekusi transaksi. Mereka memiliki hak voting on-chain lewat sistem parameter Mimir. Mekanisme ini memberi wewenang untuk menghentikan perdagangan pada rantai spesifik kapan saja. Pengelola jaringan juga berhak memblokir otorisasi tanda tangan transaksi jika mendeteksi masalah. Saat memproses pengiriman aset ke luar jaringan, THORChain bersandar pada sistem shared vault lewat skema threshold signatures. Arsitektur ini membuktikan proses transfer lintas rantai murni bertumpu pada keputusan kolektif kumpulan node aktif, bukan pada konsensus dasar blockchain yang kebal sensor.
Lolosnya dana curian Bitget berbenturan langsung dengan luasnya wewenang validator. Kalau pengelola jaringan punya akses perintah penangguhan untuk menghentikan perdagangan, membiarkan 101,5 BTC dan puluhan juta XRP hasil eksploitasi lewat justru membantah klaim netralitas mereka. Desentralisasi tak bisa jadi alasan ketika kendali untuk memblokir pencucian aset nyatanya tersedia. Dilansir dari crypto.news.
๐ Baca JugaSistem Tradisional Kunci $15 Miliar Agunan Bank - 77% Institusi Pindah ke Tokenisasi di 2026
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




