Harga saham Securitize (SECZ) anjlok 20% pada perdagangan after-hours hari Rabu. Penurunan nilai saham ini menjadi reaksi langsung dari pelaku pasar terhadap penerbitan laporan keuangan kuartal kedua perusahaan. Laporan ini merupakan kinerja perdana mereka sejak resmi menjadi entitas publik pada bulan Juli 2026 lewat rute merger bersama entitas SPAC yang didukung Cantor.
Kondisi merosotnya harga saham ini menciptakan anomali di mata para analis Wall Street. Di satu sisi, total aset tokenisasi di industri sedang menyentuh rekor tertinggi dan diiringi oleh lonjakan aktivitas perdagangan. Di sisi lain, tingginya antusiasme pasar itu belum mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan bagi perusahaan penyedia infrastrukturnya.
Meleset Jauh dari Proyeksi Analis
Berdasarkan laporan terbarunya, Securitize mencetak pendapatan $14,4 juta untuk periode kuartal kedua. Angka ini menandai penurunan 5% dari tahun ke tahun, dan tertinggal jauh dari ekspektasi awal para analis Wall Street yang mematok target pemasukan di angka $20,6 juta.
Merespons selisih angka ini, CEO Carlos Domingo mengakui bahwa kuartal kedua berjalan “lebih lemah” bagi perusahaannya. Untuk meredam kekhawatiran, dia menunjuk kinerja di paruh pertama tahun ini yang masih terhitung kuat sebagai penyeimbang. Pendapatan semester pertama 2026 tercatat 16% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan paruh pertama itu banyak tertolong oleh rekor pendapatan $19,5 juta yang mereka bukukan pada kuartal pertama.
Jejak Kuat di Sektor Aset Digital
Di luar angka laporan keuangannya, Securitize memegang peran sentral di pasar web3. Perusahaan ini bertindak sebagai penerbit sekaligus manajer untuk BUIDL - dana pasar uang tokenisasi yang dimiliki oleh manajer investasi BlackRock. Sejak peluncurannya pada 2024, produk BUIDL tumbuh menjadi salah satu instrumen Treasury tokenisasi paling besar di pasar kripto.
Daftar klien yang menggunakan jasa mereka tidak berhenti di BlackRock, tapi mencakup pemain lain seperti KKR. Ekspansi operasi Securitize bahkan merambah masuk ke lembaga keuangan konvensional lewat kemitraan dengan Bursa Efek New York (NYSE) guna membangun infrastruktur perdagangan untuk sekuritas tokenisasi. Di urusan administrasi, mereka merangkul firma agen transfer Computershare untuk memfasilitasi penerbitan saham tokenisasi bagi emiten di Amerika Serikat.
๐ Baca JugaCoinbase Jadikan Abu Dhabi Pusat Tokenisasi Saham Global - Namun Investor AS Tetap Belum Bisa Mengaksesnya
Realitas Bursa Saham Publik
Sederet kemitraan dengan institusi besar itu menunjukkan bukti konkret bahwa infrastruktur garapan Securitize benar-benar digunakan aktif di lapangan. Masalah utamanya, arena bursa saham publik menuntut pembuktian yang berbeda dibanding pasar privat. Investor mungkin antusias terhadap adopsi konsep tokenisasi, tapi respons atas laporan keuangan ini menegaskan satu batas tegas: teknologi yang berfungsi penuh di blockchain pada akhirnya tetap harus bisa ditagih menjadi pendapatan nyata hari ini.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




