Langkah platform infrastruktur kripto Zerohash menjadi bank berlisensi federal tertunda. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) mengembalikan aplikasi charter trust bank nasional milik perusahaan itu pada 17 Juli 2026. Lembaga pemerintah Amerika Serikat ini menilai proposal yang diajukan sejak awal Maret 2026 itu memiliki kekurangan material, meski tidak memberikan penjelasan rinci ke publik terkait poin spesifik yang mempermasalahkan pendaftaran mereka.
Zerohash bukan nama kecil. Perusahaan dengan valuasi terakhir dilaporkan di atas $1,5 miliar ini adalah mesin kripto di balik layanan berbagai institusi keuangan besar. Daftar klien yang mereka miliki membentang luas, mulai dari BlackRock, Franklin Templeton, Stripe, Interactive Brokers, DraftKings, hingga platform perdagangan saham E*Trade yang bernaung di bawah Morgan Stanley.
Meski dokumen aplikasinya dipulangkan oleh OCC, pihak perusahaan menyatakan bahwa hal ini sekadar proses administratif dan bentuk koordinasi biasa. Mereka memastikan mandeknya perizinan federal ini tidak memengaruhi operasi bisnis klien yang sedang berjalan.
Sudah Siapkan Kursi CEO Baru
Sebelum OCC mengembalikan berkas perizinan ini, Zerohash sudah melangkah lebih dulu. Perusahaan sempat menayangkan iklan lowongan kerja di bawah bendera entitas baru bernama “Zerohash National Trust Bank”. Co-presiden perusahaan, Stephen Gardner, bahkan mencantumkan jabatan sebagai CEO untuk bank yang masih tertunda itu di profil LinkedIn miliknya.
Pengembalian berkas dari OCC ini berbeda dari surat penolakan mutlak. Menghadapi jalan buntu ini, Zerohash berencana mengajukan ulang dokumen pendaftaran mereka bulan ini. Mereka memilih pendekatan yang lebih bertahap, dengan fokus awal mengamankan aktivitas bisnis trust inti.
Macetnya perizinan federal tidak memutus seluruh operasional perusahaan. Zerohash saat ini beroperasi menggunakan lisensi trust bank di tingkat negara bagian. Bisnis inti para klien seperti E*Trade tidak memiliki kewajiban bergantung pada charter federal, sehingga seluruh transaksi tetap berjalan normal. Jauh sebelumnya, perusahaan ini juga pernah menjajaki pembicaraan akuisisi dengan penyedia kartu kredit Mastercard, walau negosiasi itu pada akhirnya gagal.
๐ Baca JugaTrump Digugat Jual Akses Kilat Truth Social $100.000 Sebulan - Firma HFT Kini Tahu Kebijakan AS Lebih Dulu
Kenapa Asosiasi Bankir Keberatan
Keputusan OCC ikut memproses aplikasi perusahaan kripto memicu protes perbankan tradisional. Kelompok Independent Community Bankers of America (ICBA) mengeluhkan langkah cepat regulator perbankan itu. Dalam waktu kurang dari 12 bulan terakhir, OCC kedapatan memproses atau memberikan persetujuan kepada deretan aplikasi dari Circle, Ripple, Paxos, BitGo, Fidelity Digital Assets, Crypto.com, Payoneer, dan Zerohash.
Di tengah protes pihak luar, Zerohash harus menghadapi masalah pelik dari dalam internal sendiri. Mantan Chief Compliance Officer, Edgar Guerra, melayangkan gugatan ke pengadilan terkait pemecatan dirinya. Guerra menuduh perusahaan sengaja mendepaknya lantaran ia melaporkan lebih dari 200 kesenjangan kepatuhan di dalam sistem, termasuk kelemahan pada kontrol program anti-pencucian uang.
Merevisi dokumen aplikasi federal mungkin sekadar urusan penyesuaian syarat pendaftaran di atas kertas. Namun membuktikan kepada regulator dan klien bahwa infrastruktur perusahaan bersih dari celah hukum adalah perkara yang jauh lebih berat bagi Zerohash.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




