Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meredam spekulasi invasi militer terbuka yang sempat menekan pasar keuangan global. Melalui pernyataan di platform Truth Social pada 8 Oktober, Trump menyatakan bahwa Washington sedang aktif menggelar diskusi produktif dengan Teheran. Lebih jauh, ia memberi kepastian bahwa pasukan Amerika Serikat tidak akan melancarkan serangan bersenjata apa pun ke wilayah Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November bergulir.
Pengumuman penundaan opsi militer ini langsung membalikkan arah pergerakan aset digital. Harga Bitcoin (BTC) merespons dengan melesat kembali ke atas $81.000 dalam waktu yang relatif singkat. Hanya beberapa jam sebelum pernyataan Trump keluar, Bitcoin sempat terperosok hingga ke bawah level psikologis $81.000 untuk pertama kalinya semenjak 21 September akibat meluasnya kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Gejolak harga yang serba cepat itu telanjur menelan korban likuidasi dalam jumlah masif. Sesi perdagangan bergejolak tinggi memicu penutupan paksa posisi kripto dengan nilai melebihi $480 juta. Kelompok pedagang yang mengambil posisi long menjadi pihak yang paling menderita, karena mereka menanggung kerugian total mencapai $115 juta hanya dalam tempo satu jam saat sentimen perang mencapai puncaknya.
Blokade Jalur Selat Hormuz
Meski langkah militer langsung ditahan, Trump menegaskan bahwa tekanan ekonomi dan operasi pencegatan terhadap Iran tetap berjalan penuh. Ia mencontohkan rekor pergerakan 22 juta barel minyak yang melintasi perairan Selat Hormuz dalam semalam, dan tidak ada satu tetes pun pasokan yang diizinkan masuk atau keluar dari batas perairan Iran.
Kepanikan di tingkat global sempat melambungkan harga komoditas energi sebelum pernyataan dari Trump beredar luas. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak 4,6% menyentuh angka $94,65 per barel, sementara patokan minyak WTI ikut naik 5,2% menuju $90,22 per barel. Kedua acuan harga minyak dunia itu baru melandai usai ancaman rudal ditarik mundur.
Dari kubu seberang, pemerintah Iran merespons manuver diplomatik Washington dengan status siaga penuh. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa Teheran saat ini tengah berfokus meninjau dokumen tanggapan Amerika atas proposal tujuh hari yang mereka ajukan. Menutup pernyataannya, Araghchi memperingatkan dengan tegas bahwa Iran selalu siap membela diri jika opsi serangan pada akhirnya benar-benar diambil oleh kubu musuh.
Peluang Gencatan Senjata Sampai November
Meredanya ketegangan antara dua negara ikut terekam jelas di platform bursa taruhan terdesentralisasi. Kompilasi data dari Polymarket bersama rincian laporan PrimeXBT mencatat adanya probabilitas sebesar 60% bahwa status gencatan senjata AS-Iran akan terus bertahan setidaknya hingga 15 November mendatang.
๐ Baca JugaTelan Rugi $37,6 Juta dari 33 Kali Likuidasi, AguilaTrades Kini Nekat Long Bitcoin 40x
Bagi komunitas investor kripto, angka probabilitas 60% itu memberi ruang bernapas jangka pendek yang sangat dibutuhkan. Selama opsi perang terbuka bisa dihindari setidaknya sampai agenda pemilu selesai, aliran dana institusional bisa kembali masuk ke pasar tanpa harus terus-menerus disandera oleh dinamika geopolitik harian.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Isu Serangan ke Iran Kerek Minyak $102 - Bitcoin Langsung Jebol ke Bawah $83.000
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




