๐Ÿ“… Jumat, 9 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Senator Demokrat Bidik Kustodian Tether di AS - Tapi Target Politiknya Mengarah ke Keluarga Kabinet Trump

Senator Demokrat Bidik Kustodian Tether di AS - Tapi Target Politiknya Mengarah ke Keluarga Kabinet Trump

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Surat penyelidikan resmi meluncur dari Washington menuju meja eksekutif Brandon Lutnick. Senator Richard Blumenthal, yang menjabat sebagai tokoh senior Partai Demokrat di Subkomite Permanen Investigasi Senat AS, meminta CEO Cantor Fitzgerald buka suara. Ia mengirim tuntutan resmi untuk menelusuri seluk-beluk kemitraan keuangan perusahaan dengan Tether, penerbit stablecoin USDT. Kerja sama ini membuahkan hasil bisnis yang menguntungkan bagi Cantor, yang kini bertugas menampung porsi terbesar cadangan aset Tether di dalam negeri.

Inti tuntutan Blumenthal bermuara pada cara perusahaan menegakkan batas-batas hukum internasional. Sang senator meminta Cantor Fitzgerald menjelaskan seluruh prosedur kepatuhan perbankan dan metode penerapan sanksi yang mereka jalankan. Desakan ini merespons rentetan tuduhan yang mengaitkan peredaran USDT dengan sistem perbankan bayangan milik Iran, serta indikasi bahwa token itu berulang kali dipakai guna menghindari sanksi ekonomi yang menjerat Rusia.

Di dalam lembar yang sama, Blumenthal turut menepis klaim yurisdiksi penerbit stablecoin. Walau Tether beroperasi dan menyebut markas besarnya berada di wilayah El Salvador, sang senator mempertegas status aset penyokong nilai token mereka. Mayoritas cadangan uang fiat yang menopang kapitalisasi USDT justru berada persis di tanah Amerika Serikat dan dititipkan langsung di bawah pengawasan Cantor.

Tali Keluarga Menuju Kabinet Trump

Sasaran penyidikan Blumenthal punya kaitan langsung dengan pusaran kekuasaan eksekutif saat ini. Brandon Lutnick baru saja menduduki kursi CEO Cantor Fitzgerald lewat jalur serah terima keluarga. Ayahnya, Howard Lutnick, merelakan jabatan tertinggi perusahaan kepada sang anak setelah ia resmi dilantik menjadi Menteri Perdagangan dalam kabinet Presiden Donald Trump. Langkah komite Senat ini otomatis membawa urusan kepatuhan sanksi kripto bergesekan dengan keluarga inti menteri yang tengah menjabat.

Senjata Subpoena Menunggu Hasil Pemilu

Pengiriman teguran Blumenthal mengambil momentum krusial di ambang perubahan peta politik Amerika Serikat. Angka di papan prediksi pasar memperlihatkan Partai Demokrat mengantongi peluang paling besar untuk merebut kembali kursi mayoritas Senat pada pemilihan umum bulan November mendatang. Hitungan peluang kemenangan mereka menyentuh level 61% pada bursa taruhan Kalshi, dan mencapai angka 64% bagi para pengguna di platform Polymarket.

Pergeseran komposisi kekuasaan politik itu membawa ancaman tersendiri bagi industri aset digital. Kalau kubu Demokrat memenangkan mayoritas Senat, deretan legislator yang punya rekam jejak keras menentang kripto bakal menduduki berbagai posisi pimpinan komite kunci. Status ketua memberi mereka wewenang merilis surat panggilan paksa atau subpoena - instrumen hukum mutlak untuk menuntut kehadiran saksi dan merampas dokumen internal perusahaan. Surat Blumenthal hari ini barangkali cuma pembuka sebelum alat investigasi Senat sepenuhnya membidik perputaran uang kripto pasca-pemilu.

Parlemen Eropa Bidik Kripto Anonim - Strategi Anti-Korupsi 2026 Targetkan Akses Lacak dan Sita๐Ÿ“Œ Baca JugaParlemen Eropa Bidik Kripto Anonim - Strategi Anti-Korupsi 2026 Targetkan Akses Lacak dan Sita

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Dua Aturan Pelacakan Kripto Batal Setelah Enam Tahun Menggantung - Dompet Pribadi Lepas dari Radar


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share