Angka penjualan mingguan pasar NFT menembus $95,48 juta pada periode tujuh hari yang berakhir 22 Agustus 2026. Nominal ini naik tajam 170% dibandingkan capaian $35,29 juta pada pekan sebelumnya. Namun, lonjakan ini menyembunyikan sebuah anomali besar di baliknya.
Alih-alih menandakan kebangkitan minat beli yang merata di seluruh jaringan, mayoritas uang yang berpindah tangan pekan ini ternyata tersedot ke satu proyek saja.
Anomali Bernama Pandora
Lebih dari separuh volume pasar pekan ini berasal dari satu transaksi tunggal senilai $55,03 juta - atau sekitar Rp825 miliar - dari proyek NFT hibrida Pandora. Jika transaksi tunggal ini dikeluarkan dari hitungan, volume penjualan NFT organik di seluruh jaringan hanya mencapai $40,28 juta.
Dominasi Pandora ini langsung melambungkan Ethereum ke posisi puncak. Jaringan ini mencatat penjualan organik hingga $55,21 juta, yang berarti volume perdagangannya mewakili 78% dari total penjualan pasar secara keseluruhan.
Daya tarik Pandora datang dari model eksperimental ERC-404. Standar ini menggabungkan karakteristik token ERC-20 yang bisa dipecah dengan NFT ERC-721 yang utuh. Setiap token utuh yang beredar di bursa terhubung langsung dengan sebuah Replicant NFT, membuka jalan bagi likuiditas yang selama ini sering menjadi masalah utama koleksi gambar digital.
Kondisi Jaringan Lain dan Kebangkitan Blue-Chip
Di luar Ethereum, peta persaingan jaringan blockchain menunjukkan arah pergerakan yang beragam. Polygon menempati urutan kedua dengan penjualan $10,91 juta, turun 9,54% dari pekan lalu. Angka ini pun masih dibayangi oleh aktivitas wash trading bernilai ganda yang menyentuh $20,46 juta.
Base justru tampil menonjol di posisi ketiga. Jaringan lapis dua ini membukukan penjualan $4,59 juta, melonjak 107%. BNB Chain mengekor dengan volume $3,47 juta usai naik 93%, sementara Solana harus rela tergelincir 24% ke level $1,89 juta.
๐ Baca JugaMachi Big Brother Ubah Modal $152 Ribu Jadi Untung $12,5 Juta dalam 3 Hari - Padahal Pernah Kena Likuidasi 500 Kali
Di balik angka-angka agregat ini, partisipan ritel tampaknya perlahan kembali. Jumlah alamat pembeli bertambah 49% menjadi 172.739 alamat, diiringi peningkatan alamat penjual sebesar 50% menjadi 159.275 alamat. Arus dana ini ikut merembes ke koleksi blue-chip yang sudah mapan. Penjualan CryptoPunks naik 71,5% menjadi $1,92 juta, Bored Ape Yacht Club (BAYC) naik 59% menjadi $1,27 juta, dan Pudgy Penguins melesat 244,35% hingga membukukan volume $866.629.
Ilusi Angka atau Pemanasan Awal?
Lonjakan volume ke $95 juta ini membuktikan satu hal: angka agregat sering kali menipu pandangan pertama. Kenaikan drastis pasar NFT pekan ini ditopang penuh oleh transaksi proyek eksperimental tunggal, bukan dari tren beli serentak di semua sektor.
Meski begitu, pertumbuhan ribuan alamat pembeli baru dan naiknya transaksi di koleksi-koleksi utama menjadi bukti bahwa pasar tidak sepenuhnya sepi. Uang masih berputar; bedanya, pembeli kini tampaknya lebih memilih inovasi likuiditas baru atau aset lama yang sudah teruji. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




