Sebuah laporan on-chain baru saja membedah metrik volume transaksi harian yang kerap dipakai sebagai acuan di industri kripto. Pada 23 September lalu, data blockchain mencatat angka transfer USDC sebesar $121 miliar dalam sehari. Di balik nominal itu, analis dari RyeBlocks menemukan fakta berbeda: $109 miliar - atau 90% dari total volume - sama sekali bukan transaksi nyata antar pihak, melainkan aktivitas farming likuiditas di satu platform bursa desentralisasi.
Sebagian besar volume itu berpusat di Aerodrome, bursa desentralisasi (DEX) terbesar yang beroperasi di jaringan Base besutan Coinbase. RyeBlocks melacak pergerakan dana dan menemukan bahwa sisa transfer yang berada di luar ekosistem farming Aerodrome hanya bernilai sekitar $12 miliar. Angka $12 miliar itu pun tidak dijamin murni sebagai pembayaran barang, jasa, maupun pengiriman uang sungguhan.
Jebakan Angka One-Tick Farming
Mekanisme yang memicu ledakan metrik semu ini dikenal sebagai taktik “one-tick farming”. Penyedia likuiditas tidak sekadar menaruh aset di dalam pool DEX, tetapi memasang rentang harga yang sangat sempit. Ketika harga bergerak sedikit saja menyentuh batas itu, kontrak pintar Aerodrome langsung memindahkan token USDC keluar dan masuk pool berulang kali mengikuti fluktuasi harga yang kecil.
Setiap kali token melewati batas kontrak, blockchain mencatatnya sebagai volume transfer baru, meskipun asetnya hanya berputar di satu tempat. Pola pergerakan bolak-balik ini berjalan di atas arsitektur Slipstream, desain likuiditas terpusat yang diterapkan Aerodrome sejak rilis perdananya pada 28 Agustus 2023. Penyedia likuiditas mengerahkan bot untuk mengeksekusi strategi satu titik ini bukan demi memfasilitasi perdagangan publik, melainkan demi mendapatkan imbalan token AERO dari protokol.
Adopsi Nyata atau Sekadar Mesin Imbalan
Lonjakan volume pada 23 September rupanya bukan kejadian tunggal. Lewat penelusuran lebih panjang, RyeBlocks memperkirakan bahwa taktik one-tick farming menyumbang sekitar 75% dari seluruh volume transfer USDC yang pernah tercatat semenjak Aerodrome pertama kali beroperasi. Sejauh ini, mayoritas data pergerakan USDC di ekosistem Base digerakkan oleh bot pencari imbal hasil.
Angka volume stablecoin bernilai ratusan miliar dolar sering diangkat sebagai argumen bahwa adopsi kripto mulai menyaingi jaringan pembayaran tradisional sekelas Visa atau Mastercard. Analisis di jaringan Base menunjukkan bahwa indikator makro itu sangat rentan digelembungkan oleh lalu lintas inorganik. Pemisahan data antara aktivitas farming dengan transaksi ritel sungguhan menjadi syarat wajib bagi industri untuk memotret tingkat adopsi yang sebenarnya.
๐ Baca JugaCoinbase Rilis Pinjaman Bitcoin Bunga Tetap - Bawa Kredit Onchain ke Aplikasi Konsumen Utama
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Hyperliquid Raup Pendapatan $429 Juta Sepanjang 2026 - Tapi Tak Satu Sen pun Mengalir ke Orang Dalam
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




