Jaringan Solana mengeksekusi rata-rata 15% dari total volume perdagangan bursa Amerika Serikat yang dijadikan pembanding sepanjang 2026. Data itu dicatat analis Max Wadington dalam laporan riset Fidelity Digital Assets. Di dalam laporan yang sama, terdapat satu temuan perbandingan langsung: frekuensi eksekusi transaksi spot di Solana sempat melampaui bursa konvensional New York Stock Exchange (NYSE) dalam satu pekan perdagangan.
Porsi transaksi Solana bergerak jauh meninggalkan posisi awalnya. Pada 2022, pangsa pasar jaringan ini baru mencapai 0,30% dibanding bursa saham AS. Lompatan ke angka 15% ini menempatkan aktivitas terdesentralisasi ke dalam radar pengamat pasar modal Wall Street.
Dalam risetnya, Fidelity membandingkan volume perdagangan spot bursa terdesentralisasi (DEX) di Solana dengan volume bursa saham AS. Perbandingan ini memiliki latar belakang struktur pasar: 50% dari total perdagangan saham di AS pada 2025 berlangsung di luar bursa resmi atau melalui sistem perdagangan alternatif (off-exchange/ATS). Solana menjalankan seluruh eksekusi perdagangannya langsung di atas buku besar publik terbuka.
Pasar RWA Mendekati $5 Miliar
Selain transaksi token kripto biasa, aktivitas di Solana mencakup perdagangan aset dunia nyata yang di-tokenisasi (RWA). Laporan Fidelity mencatat volume perdagangan bulanan instrumen RWA di jaringan ini naik dari sebelumnya di bawah $100 juta menjadi hampir $5 miliar.
Guna memproses lebih banyak transaksi dalam satu blok, batas kapasitas komputasi per blok Solana dinaikkan 66%, dari 60 juta menjadi 100 juta compute units. Penyesuaian kuota komputasi ini disiapkan validator untuk menampung kepadatan eksekusi transaksi yang berlangsung bersamaan.
Uji Mandiri Target 150 Milidetik
Kinerja teknis jaringan Solana saat ini mencatat slot time stabil di kisaran 400 milidetik. Pengembang mematok target jangka panjang untuk menekan waktu blok itu ke level 200 milidetik. Bersamaan dengan target itu, sistem konsensus Alpenglow resmi aktif sejak 21 Oktober 2026.
Upgrade Alpenglow menargetkan finalitas transaksi berada di angka 150 milidetik. Namun, pengujian independen menunjukkan median finalitas jaringan saat ini masih berada di 404 milidetik. Angka pengujian itu memperlihatkan jarak yang masih harus dipangkas antara rancangan protokol dan kinerja riil di lapangan.
๐ Baca JugaHard Fork eCash Bagi Token ECX 1:1 ke Pemegang Bitcoin - Pindahkan Dulu Sebelum Belanjakan BTC
Bagi pelaku pasar kripto dan investor institusional, laporan Fidelity ini menegaskan bahwa volume perdagangan spot di DEX mulai bersaing langsung dengan bursa saham konvensional. Tantangannya kini bergeser ke ranah teknis: apakah para validator Solana mampu mengejar target finalitas 150 milidetik seiring membesarnya porsi pasar yang mereka tangani.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




