Sebuah alamat whale Ethena (ENA) akhirnya bergerak lagi setelah tidak aktif lebih dari setahun. Entitas besar itu memindahkan 30 juta token ENA senilai $6,98 juta langsung ke bursa kripto Binance melalui layanan kustodian BitGo. Aktivitas dari dompet yang sekian lama diam ini dicatat pertama kali oleh pelacak analitik on-chain @lookonchain pada 3 Oktober 2026.
Mendepositkan token dalam jumlah besar ke platform bursa terbuka setelah absen lama berfungsi sebagai sinyal peringatan dini. Pola pemindahan aset ke dompet bursa umumnya menandakan potensi tekanan jual yang akan segera dieksekusi oleh pemiliknya. Manuver paus ini memancing pengamatan tajam karena terjadi tepat saat pasar kripto sedang menghadapi volatilitas tinggi. Ketidakpastian arah pasar itu sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin yang masih bergerak fluktuatif di rentang $84.000 sampai $87.000 dalam periode yang sama.
Cadangan Masih Tebal
Transfer 30 juta token ke Binance mungkin terlihat cukup untuk menekan harga di bursa, tetapi nominal itu hanyalah porsi kecil dari total aset sang whale. Catatan blockchain memperlihatkan bahwa pemilik alamat itu masih menguasai saldo sebesar 157,55 juta token ENA yang tersimpan di dalam dompetnya.
Sisa token yang belum tersentuh itu bernilai sekitar $36,74 juta berdasarkan kalkulasi harga pasar terkini. Fakta bahwa nilai aset yang tertinggal jauh melebihi jumlah yang dikirim ke bursa membuka celah bagi skenario lanjutan. Tekanan jual terhadap aset ini sangat mungkin terus membebani pasar kalau pemiliknya memutuskan untuk melepas sisa token bertahap dalam waktu dekat.
Utilitas Ethena di Tengah Gejolak
Token ENA memegang peran utama dalam ekosistem Ethena, yakni sebuah protokol stablecoin sintetis yang beroperasi di atas jaringan blockchain Ethereum. Proyek ini membedakan dirinya dengan menerapkan strategi delta-neutral demi mempertahankan nilai produk utamanya, stablecoin bernama USDe.
Strategi delta-neutral itu dirancang khusus untuk memastikan harga USDe tetap stabil di angka satu dolar Amerika Serikat meski pasar sedang bergejolak. Walau begitu, token tata kelola ENA tidak memiliki mekanisme perlindungan harga yang sama. Harga ENA bergantung sepenuhnya pada keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar sekunder, yang kini sedang menghadapi potensi distribusi massal dari salah satu pemegang besarnya. Pemain pasar kini harus berhitung apakah setoran ke Binance itu sekadar manuver tunggal atau tahap awal dari likuidasi panjang.
๐ Baca JugaUniswap dan Anak Usaha Sumitomo Bangun Pool DeFi Khusus Jepang - Aturannya Ditanam Langsung di v4 Hooks
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




