Tenggat waktu transisi Markets in Crypto-Assets (MiCA) resmi berakhir pada 1 Juli 2026, dan hasilnya langsung menyapu bersih ribuan pelaku pasar. Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) menegaskan perusahaan tanpa otorisasi yang melayani klien Uni Eropa wajib menghentikan seluruh layanan kripto mereka.
Dari 3.000 lebih entitas kripto yang terdaftar di sistem nasional lama, cuma 194 yang mengantongi persetujuan MiCA hingga Mei lalu. Jelang penutupan batas waktu Juli, angka di register ESMA hanya sanggup mencapai kisaran 300 penyedia terotorisasi. Ada sekitar 2.700 perusahaan yang terlempar keluar dari pasar Eropa.
Beban Kepatuhan yang Menekan Pemain Kecil
Regulasi baru ini menuntut pemenuhan standar ketat. Perusahaan harus menanggung biaya tata kelola, modal minimum, perilaku pasar, keamanan siber, dan anti pencucian uang (AML). Persyaratan ini membebani bursa kripto, pialang, dan kustodian kecil yang kekurangan likuiditas.
Inggris juga segera menyusul. Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) Inggris membuka gerbang otorisasi pada 30 September 2026 dan menerima aplikasi hingga 28 Februari 2027. Rezim regulasi ini berlaku penuh pada 25 Oktober 2027. Steven Lightstone dari Morgan Lewis menyebut entitas kripto di Inggris kelak diperlakukan layaknya lembaga keuangan tradisional biasa. Syarat pemisahan aset klien atau CASS akan jadi tantangan paling berat di bawah FCA.
Siapa yang Memborong Sisa Pasar?
Tumbangnya banyak penyedia kripto membuka peluang bagi perbankan. CEO Sygnum Europe, Simon Schneider, mencatat kurang dari 20% bank di Eropa yang menawarkan layanan kripto saat ini, sehingga pasar masih jauh dari kata terlayani. Data BCG dan FT Partners merekam nilai merger dan akuisisi tekfin naik ke $251 miliar pada 2025 dari $105 miliar pada 2023, mencakup 659 transaksi oleh perusahaan skala besar.
📌 Baca JugaTeguran Kedua CFTC untuk Polymarket dan Coinbase - Dokumen Template Tak Lagi Laku di Pasar Prediksi
Gelombang akuisisi mulai terjadi. CACEIS asal Prancis mendekati kesepakatan dengan platform kripto berlisensi MiCA, Meria. Bison Bank di Portugal mengamankan otorisasi setelah mengintegrasikan anak usaha aset digitalnya, dan Cecabank Spanyol meluncurkan kustodi kripto teregulasi. Untuk mengantisipasi aturan stablecoin MiCA, sekelompok bank Eropa menunjuk Fireblocks guna mendukung penerbitan stablecoin euro. Qivalis juga ikut merapatkan barisan dengan memperluas konsorsium ke 37 lembaga keuangan di 15 negara.
Mengekor Jejak Swiss
Pola pergeseran ini bukan hal baru. Schneider memprediksi Eropa akan mengulangi rute Swiss. Setelah Swiss meresmikan legislasi DLT, sekitar 75% bank terkemuka di negara itu turun tangan menawarkan layanan aset digital bagi nasabah mereka.
Aturan baru ini efektif membersihkan industri dari perusahaan bermodal tipis. Namun saat tekanan regulasi mulai mengendur, ekosistem kripto yang mula-mula lahir sebagai alternatif di luar sistem lama, kini perlahan kembali ke dalam kendali perbankan tradisional. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




