Sebanyak 39 asosiasi perbankan negara bagian Amerika Serikat mengumumkan pembentukan BankChain Alliance pada 25 Agustus 2026. Entitas yang mewakili ribuan lembaga keuangan di wilayah Florida, Texas, New York, Pennsylvania, hingga Ohio ini menargetkan peluncuran jaringan blockchain perbankan nasional pada 2027.
Platform itu akan mendukung instrumen deposito ter-tokenisasi (tokenized deposits), stablecoin, perangkat pembayaran pintar, dan penyelesaian transaksi otomatis. Jabatan ketua sementara dipegang oleh Kathy Kraninger, mantan kepala Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) yang saat ini menjabat sebagai presiden Florida Bankers Association.
Infrastruktur Seragam untuk Bank Kecil
BankChain mengundang bank dari semua ukuran untuk memiliki hak kepemilikan jaringan, termasuk bank komunitas kecil. Partisipasi langsung ini memfasilitasi akses teknologi penyelesaian transaksi tanpa memaksa institusi keuangan membangun infrastruktur sendiri dari nol.
Fokus aset beralih pada produk deposito ter-tokenisasi. Berbeda dari format stablecoin, instrumen deposito token tetap tercatat di neraca bank penerbit dan menerima perlakuan asuransi dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) layaknya deposito biasa.
Berpacu Melawan Konsorsium Besar
Manuver pembentukan aliansi menyusul gerakan dari bank-bank lapis atas. The Clearing House yang mengurus kliring transaksi $2 triliun per hari sudah melansir inisiatif serupa pada Juni, berbekal sokongan JPMorgan, Bank of America, Citi, BNY, dan Wells Fargo.
Konsorsium perbankan kelompok lain juga mencatat progres. Grup Cari yang berisi Huntington, First Horizon, dan M&T Bank merilis produk minimum (MVP) mereka pada Maret lalu. Di area Texas, DTX Consortium bentukan IBAT sudah menghimpun lebih dari 50 bank. Ke arah luar, platform Progmat di Jepang baru saja memigrasikan sekuritas ter-tokenisasi senilai 452 miliar yen menuju jaringan Avalanche.
Apa yang Belum Kita Ketahui
Kendati mendapat dukungan 39 asosiasi wilayah, belum ada satu pun bank individual yang mengumumkan komitmen bergabung dengan BankChain. Pihak aliansi juga tidak menyertakan jadwal pengerjaan tahap uji coba (pilot) atau tanggal pengaktifan jaringan tahun depan.
๐ Baca JugaToken LIT Lighter Masuk Pasar Won Upbit Hari Ini - Menguji Tuah Listing Korea Selatan yang Pernah Pompa ORCA 200%
Detail arsitektur teknologinya pun masih masuk dalam proses seleksi. BankChain sedang mencari mitra teknologi dan belum memastikan apakah sistem beroperasi memakai buku besar (ledger) publik, privat, atau jaringan bersistem izin (permissioned).
Niat membangun jalur raya transaksi sudah diumumkan, tetapi cetak biru teknisnya baru bisa ditetapkan setelah pemilihan penyedia infrastruktur.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




