BitMart melempar dua wacana sekaligus di tengah proses penutupan platformnya. Pada 21 Agustus lalu, bursa kripto ini mengumumkan sedang mengkaji rencana restrukturisasi yang mencakup distribusi aset kepada kreditur dan pembukaan kembali sebagian operasional bursa. Untuk memandu manuver ini, mereka resmi menunjuk firma hukum White & Case sebagai penasihat restrukturisasi, dengan janji akan membagikan pembaruan informasi selambatnya pada 9 September 2026.
Kabar ini sekilas memberi harapan bagi nasabah yang dananya masih tersangkut, tapi ada satu rincian yang mengganjal. BitMart belum menjelaskan mengapa aset nasabah harus melewati mekanisme distribusi berlabel kreditur alih-alih proses penarikan biasa. Penggunaan skema ini menjadi sinyal kuat kemungkinan terjadinya kekurangan aset di dalam brankas bursa untuk menutupi seluruh saldo pengguna.
Pintu Keluar Semakin Sempit
Di balik wacana restrukturisasi yang masih samar, jadwal penutupan platform sama sekali tidak bergeser. Tenggat penghentian seluruh aktivitas perdagangan pada 26 Agustus pukul 01:00 UTC tetap berlaku tanpa pembatalan. Praktis, akun futures sudah dipaksa masuk ke mode reduce-only, sementara pasar spot sepenuhnya berhenti menerima pesanan baru dari pengguna.
Pintu masuk dana ke bursa juga sudah digembok sejak bulan lalu. BitMart telah menutup seluruh akses deposit kripto maupun fiat sejak 26 Juli. Adapun tanggal penutupan seluruh platform masih dipatok pada 31 Januari 2027 pukul 15:59 UTC. Rencana restart sebagian dan mekanisme pembayaran kreditur yang diumumkan baru-baru ini masih murni berstatus sebagai kemungkinan komponen evaluasi, bukan hasil pasti yang bisa dijadikan pegangan.
Nasabah Bertaruh dengan Waktu
Hingga detik ini, belum ada rincian riil soal kondisi keuangan BitMart. Bursa belum merilis neraca keuangan, total liabilitas, laporan cadangan aset nasabah, maupun taksiran persentase pemulihan dana. Mereka juga belum mempublikasikan nomor kasus kebangkrutan atau membuka portal klaim resmi untuk mendata para kreditur.
Sambil menunggu kepastian pada bulan September, keruntuhan bursa ini sudah lebih dulu memakan korban di pasar terbuka. Token asli bursa, BMX, anjlok ke level harga $0,061 per 23 Agustus menurut data CoinGecko - menyusut 80% hanya dalam kurun waktu satu bulan.
๐ Baca JugaFlash Crash Kripto Sapu 286 Ribu Trader - Upbit Proses Volume $830 Juta dalam Sejam
Fitur penarikan dana memang masih tersedia bagi pengguna yang ingin memindahkan sisa aset mereka, namun proses ini berpotensi tertunda. Antrean penarikan tertahan oleh lapisan pemeriksaan identitas tambahan, pengecekan daftar sanksi, dan audit riwayat transaksi.
Bagi nasabah yang belum mengosongkan dompet BitMart, jam terus berdetak menuju penutupan transaksi. Pilihan tersisa kini adalah memaksakan penarikan dana dengan risiko tertahan verifikasi kepatuhan, atau pasrah menunggu skema kreditur yang belum jelas seberapa besar sisa uang yang bisa diselamatkan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




