Ant International baru saja merampungkan putaran pendanaan Series A senilai sekitar $1,2 miliar. Unit internasional dari Ant Group yang bermarkas di Singapura ini menerima suntikan modal dari induk perusahaannya sendiri, Alibaba, para pemegang saham lama, serta beberapa institusi investasi internasional yang namanya dirahasiakan ke publik.
Uang sebesar ini mengalir masuk berkat rekam jejak performa yang solid. Mengutip laporan Bloomberg pada Juni 2026, Ant International mencetak pendapatan $3,7 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan membuktikan daya tahannya dengan meraih untung selama delapan kuartal berturut-turut. Valuasi putaran pendanaan awal ini pun dieksplorasi di kisaran setidaknya $10 miliar.
Lebih dari Sekadar Alat Bayar Biasa
Grup bisnis ini membawahi empat unit operasi utama: Alipay+, Antom untuk urusan pembayaran merchant, WorldFirst untuk layanan keuangan lintas batas, dan Bettr yang mengurus manajemen perbendaharaan berbasis kecerdasan buatan. Jaringan Alipay+ sendiri kini sudah beroperasi penuh di lebih dari 100 pasar. Sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan 150 juta merchant dengan lebih dari 2 miliar akun konsumen di berbagai penjuru dunia.
Tulang punggung sesungguhnya dari semua operasi masif ini adalah platform blockchain Whale. Sepanjang tahun 2024, platform milik Ant International ini memproses lebih dari $1 triliun transaksi global. Sekitar sepertiga dari total volume transaksi itu mengalir langsung melalui infrastruktur blockchain. Untuk memperlancar pergerakan uang antarnegara, mereka sudah mengintegrasikan stablecoin USDC terbitan Circle ke sebagian jaringan penyelesaian lintas batas mereka.
Berbekal suntikan modal baru, perusahaan siap menggenjot ekspansi global, melipatgandakan investasi di bidang kecerdasan buatan, dan mengembangkan layanan akun global. Dari sisi teknis, mereka bersiap menambahkan kemampuan pembayaran berbasis AI melalui penerapan standar EIP-3009.
Ekspansi Langsung ke Jantung DeFi
Ambisi perusahaan jelas melampaui batas sistem keuangan Web2 tradisional. Ant International mulai menyusun rencana serius dengan mengajukan permohonan lisensi penerbit stablecoin. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan izin stablecoin yang dipatok ke fiat di tiga wilayah strategis sekaligus: Hong Kong, Singapura, dan Luksemburg.
📌 Baca JugaAS Hantam Kanada dengan Tarif 50% - Kenapa Pasar Kripto Justru Ikut Kena Getahnya
Sistem blockchain mereka juga akan diperbarui dengan sejumlah kemampuan tingkat lanjut. Perusahaan akan menyematkan fitur saldo rahasia dan eksekusi transaksi yang didelegasikan. Pembaruan ini mengarah ke satu target: ekspansi mendalam ke sektor keuangan desentralisasi. Langkah ini dikonfirmasi lewat integrasi yang sedang dibangun dengan protokol-protokol besar di ranah kripto seperti PancakeSwap, ListaDAO, Aster, dan Four.meme.
Bagi penerbit stablecoin dan protokol DeFi yang sudah mapan, manuver ini menuntut kewaspadaan penuh. Pesaing baru mereka bulan ini bukan perusahaan rintisan biasa, melainkan pemain besar yang datang membawa modal miliaran dolar dan miliaran pelanggan aktif yang siap diarahkan ke Web3.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




