๐Ÿ“… Rabu, 2 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Tembus 72% di Polymarket - Imbas Peringatan Keras Gubernur Michael Barr

Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Tembus 72% di Polymarket - Imbas Peringatan Keras Gubernur Michael Barr

Gubernur The Fed Michael Barr menyuarakan dukungan untuk kembali menaikkan suku bunga jika laju inflasi gagal melandai. Berbicara dalam acara Second Chance Lending Forum di Washington pada 1 September 2026, pejabat yang memiliki hak suara di Federal Open Market Committee (FOMC) itu merespons data harga yang terhenti di atas sasaran bank sentral.

Data Polymarket langsung merespons pernyataan itu dengan menempatkan probabilitas kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026 di angka 72%. Peluang baru itu menggeser posisi 68% pasca-simposium Jackson Hole bulan lalu, serta melampaui level 64% pada awal Agustus. Untuk rapat terdekat pada 15-16 September kelak, probabilitas kenaikan 25 basis poin berada di kisaran 57%.

Ditekan Tarif, AI, dan Konflik Timur Tengah

Laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) utama tahunan tertahan di 3,7%, dengan PCE inti menyusul di level 3,3% - keduanya mencatat batas di atas target bank sentral sebesar 2%. Penurunan angka inflasi dari puncak 7% pada 2022 ke kisaran 2% pada awal 2024 terbukti mandek akibat penerapan kebijakan tarif baru, lonjakan permintaan industri kecerdasan buatan, dan efek perang di Timur Tengah.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di perairan Selat Hormuz juga membawa ancaman inflasi energi tambahan. Angka dari Fed Chair Kevin Warsh di Jackson Hole menunjukkan bahwa 54% dari 199 kategori barang dan jasa dalam pengukuran PCE mencetak kenaikan harga melebihi 3% dalam 12 bulan terakhir. Warsh sudah menegaskan batas 2% The Fed merupakan patokan tetap, sementara pejabat lain seperti Neel Kashkari, Hammack, dan Lorie Logan mulai mendesak opsi kenaikan suku bunga sejak rapat bulan Juli.

Kenapa Likuiditas Kripto Terancam

Surat utang negara Amerika Serikat bertenor dua tahun kini naik ke level 4,31%. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun mencapai 5,28% - mencetak rekor tertinggi sejak periode sebelum krisis finansial 2008.

Chief Operating Officer BTSE Jeff Mei memperingatkan bahwa suku bunga acuan yang tinggi berisiko mengurangi likuiditas bebas yang mengalir ke ekosistem Bitcoin dan altcoin. Rapat FOMC pertengahan September kelak akan menentukan arah pergerakan pasar kripto dalam hitungan minggu ke depan.

AS Gempur Peluncur Rudal Iran di Selat Hormuz - Tapi Pasar Kripto yang Kini Menerima Getarannya๐Ÿ“Œ Baca JugaAS Gempur Peluncur Rudal Iran di Selat Hormuz - Tapi Pasar Kripto yang Kini Menerima Getarannya

Ketika uang tradisional sanggup memberikan pengembalian tahunan di atas lima persen tanpa risiko volatilitas, instrumen kripto butuh daya tarik lebih dari sekadar penyimpan nilai untuk terus mendatangkan modal baru.

Dilansir dari crypto.news.

Sebelumnya: Peluang Bunga The Fed Naik Sentuh 57% - Nasib Bitcoin Kini Tergantung Pembeli ETF


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share