๐Ÿ“… Sabtu, 5 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
CEO AMC Murka Sahamnya Ditokenisasi Tanpa Izin - Begini Akal-akalan Robinhood Cetak Volume $47 Miliar Bebas Aturan

CEO AMC Murka Sahamnya Ditokenisasi Tanpa Izin - Begini Akal-akalan Robinhood Cetak Volume $47 Miliar Bebas Aturan

Adam Aron, CEO AMC Entertainment, mendapati saham perusahaannya tiba-tiba diperdagangkan dalam bentuk token di Robinhood Chain. Masalahnya, pihak AMC sama sekali tidak pernah diajak bicara apalagi memberikan persetujuan untuk langkah ini.

Melalui akun X pribadinya, Aron meluapkan kemarahannya dan sengaja membangun catatan hukum secara publik. Ia menyebut tindakan Robinhood itu dengan rentetan kata tajam: “contemptible, outrageous, disgusting, detestable, inexcusable, vile” (hina, keterlaluan, menjijikkan, keji, tidak bisa dimaafkan, biadab).

Ternyata AMC tidak sendirian. Ada lebih dari 190 perusahaan publik yang sahamnya sudah ditokenisasi dan diperdagangkan di Robinhood Chain. Tidak ada satu pun dari ratusan perusahaan itu yang menerima pemberitahuan resmi dari pihak Robinhood mengenai pencetakan token saham mereka.

Jaringan Robinhood Chain sendiri baru diluncurkan pada 1 Juli 2026 memakai teknologi lapisan kedua (L2) Arbitrum Orbit. Dalam hitungan minggu, jaringan ini mencetak volume transaksi kumulatif bursa desentralisasi (DEX) sebesar $47 miliar, dengan pendapatan harian di level $4,01 juta.

Bukan Saham Asli, Hanya Eksposur Sintetis

Token yang diterbitkan Robinhood ini sebenarnya bukan saham biasa. Instrumen ini merupakan sekuritas utang yang ditokenisasi - pembelinya tidak mendapat hak suara, hak kepemilikan saham, atau perlindungan hukum apa pun dari regulator pasar modal Amerika Serikat. Polanya mirip Contract for Difference (CFD), di mana investor murni membeli eksposur harga sintetis tanpa menyentuh aset aslinya.

Penerbitan token ini dijalankan oleh entitas bernama Robinhood Assets (Jersey) Limited yang diinkorporasi di Channel Islands (Jersey). Wilayah lepas pantai (offshore) ini sengaja dipilih karena berada di luar yurisdiksi Securities and Exchange Commission (SEC).

Pilihan jalur offshore ini memunculkan ironi bagi platform yang kerap mengusung slogan demokratisasi investasi. Karena dikeluarkan dari luar Amerika, token ini justru tidak bisa diakses dan tertutup sepenuhnya bagi investor yang berada di Amerika Serikat.

Saylor Tegaskan Bicara Bitcoin Tak Butuh Lisensi - Sambil CLARITY Act Kejar 60 Suara Penentu di Senat๐Ÿ“Œ Baca JugaSaylor Tegaskan Bicara Bitcoin Tak Butuh Lisensi - Sambil CLARITY Act Kejar 60 Suara Penentu di Senat

Menghindari Biaya Kepatuhan Jutaan Dolar

Bagi Aron, praktik sepihak ini merupakan ancaman eksistensial bagi AMC dan emiten lain yang terdampak. Robinhood dengan leluasa meniru eksposur ekonomi saham publik demi menarik arus modal, tetapi mereka sama sekali tidak perlu membayar biaya kepatuhan (compliance) bernilai jutaan dolar yang selama ini wajib disetorkan oleh para emiten aslinya ke SEC.

Aron tidak tinggal diam dan mengancam akan membawa masalah ini langsung ke meja SEC. Benturan antara emiten tradisional dan platform kripto ini membuka pertanyaan mendasar soal arah adopsi Web3: siapa yang berhak mengambil untung saat sebuah saham ditokenisasi tanpa izin sedikit pun dari perusahaannya?

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Sanders Ajukan Hukuman Penjara 20 Tahun untuk Pembuat AI Super - Bertepatan dengan Rilis GPT-6 Astra


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share