📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
AS Bekukan Kripto Iran $131 Juta Saat Gencatan Senjata Runtuh - Begini Uangnya Dilacak

AS Bekukan Kripto Iran $131 Juta Saat Gencatan Senjata Runtuh - Begini Uangnya Dilacak

📚 Istilah di Artikel Ini:

Pemerintah Amerika Serikat membekukan lebih dari $131 juta aset kripto yang terhubung ke Iran, persis di saat gencatan senjata kedua negara runtuh dan gelombang serangan militer baru pecah di Timur Tengah. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah itu pada Selasa, 14 Juli 2026 waktu setempat.

Data on-chain dari investigator blockchain “Specter” menunjukkan Tether membekukan empat wallet di jaringan Tron berisi total $131 juta USDT. Bessent mengonfirmasi lewat X bahwa wallet-wallet tersebut terhubung dengan Bank Sentral Iran.

Pembekuan di Tengah Perang yang Kembali Panas

Waktu pengumuman ini bukan kebetulan. Pembekuan terjadi saat gencatan senjata AS-Iran ambruk: Washington memperbarui blokade pelabuhan Iran, sementara US Central Command melancarkan gelombang serangan baru. Di sisi lain, militer Iran mengklaim melakukan serangan drone ke fasilitas militer AS di Al Azraq Air Base, Yordania.

“US Treasury is committed to disrupting and degrading Iran’s illicit financial activities, including its abuse of digital assets,” ujar Bessent. Ia menambahkan, “We will continue to aggressively follow the money and deny the Iranian regime access to the proceeds of its illicit revenue schemes.”

Bukan yang Pertama - dan Kemungkinan Bukan yang Terakhir

Langkah ini menyambung rentetan pembekuan sepanjang 2026. Pada April lalu, Tether mengonfirmasi telah membekukan lebih dari $344 juta USDT atas permintaan otoritas AS. Lalu pada Mei, Bessent menyebut AS sudah menyita sekitar $1 miliar aset kripto Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan finansial bertajuk “Operation Economic Fury” yang dimulai sejak Maret 2025.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

“Through Economic Fury, the Treasury Department is disrupting the foreign procurement networks that support the Iranian military’s efforts to acquire weapons,” kata Bessent pada Juni 2026. Ia mengklaim, “Treasury has frozen the Iranian regime’s assets, severely disrupted its economy, and dismantled the Iranian war machine.”

Sisi yang Sering Dilupakan Pemegang Stablecoin

Peristiwa ini adalah pengingat keras: USDT bukan uang tunai yang benar-benar bebas. Penerbit seperti Tether punya kemampuan teknis untuk membekukan saldo di alamat mana pun ketika ada permintaan otoritas. Bagi sebagian orang itu bukti kripto bisa dipakai menegakkan sanksi; bagi sebagian lain, ia menegaskan bahwa “desentralisasi” pada stablecoin besar punya batas yang sangat nyata. Dua tafsir itu akan terus bertarung selama uang dan geopolitik saling bertaut.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share