Bitcoin masih terjebak di tempat. BTC/USD bergerak lamban di kisaran $64.000, turun 0,5% harian bertepatan dengan pembukaan Wall Street yang mendatar. Kelesuan ini menjadi anomali ketika emas baru saja menyentuh rekor tertingginya dalam enam minggu terakhir dan indeks S&P 500 mencetak rekor baru. Pemisahan arah yang tajam ini terjadi persis ketika data ekonomi Amerika Serikat mengirimkan sinyal bahaya soal inflasi.
Laporan ISM Services PMI untuk bulan Juli mencatat kenaikan 0,1 poin menjadi 54,1. Di balik angka itu, indikator ketersediaan lapangan kerja justru merosot 3,6 poin ke level 47,4 - pencapaian paling rendah sejak bulan Maret lalu.
Beban Ganda Stagflasi
Kondisi makin diperparah oleh metrik Prices Paid Index yang melonjak 2,6 poin ke angka 70,3. Angka yang mendekati rekor Oktober 2022 ini menegaskan bahwa harga barang naik 16,9 poin sejak Maret 2024. Menanggapi rilis data ini, buletin The Kobeissi Letter langsung menyimpulkan bahwa stagflasi menguat. Ekonomi AS kini tertekan oleh harga kebutuhan yang melambung sementara pasar tenaga kerja terus melemah.
Di pasar kripto, beban ekonomi makro ini malah belum memicu kepanikan. Analisis dari penyedia data Glassnode menyebut reaksi pasar Bitcoin saat ini murni kebosanan, bukan kapitulasi. Mereka menilai rezim pasar sedang dalam fase terkompresi, kurang dimiliki, dan dijauhi oleh selera risiko investor global. Laporan Bitfinex Research menguatkan hal ini, menyatakan pasar butuh pemicu makro yang jauh lebih kuat dibarengi lonjakan volume transaksi untuk bisa menembus batas harganya.
Bahkan desas-desus geopolitik gagal memicu volatilitas harga yang berarti. Spekulasi pasar soal memanasnya Selat Hormuz antara Iran dan Oman terbukti tidak membuat harga minyak bergejolak, dengan minyak mentah WTI anteng bertengger di angka $76 per barel.
Ke Mana Institusi Membawa Uangnya?
Walau pasar spot terlihat stagnan, tekanan lain justru mengintai dari sisi suku bunga. Akun @WatcherGuru di X mencatat pandangan dari Fed Chair Kevin Warsh yang siap menaikkan suku bunga di bulan September kalau angka inflasi meleset lebih tinggi dari ekspektasi awal.
📌 Baca JugaCanaan Cairkan Sebagian Kripto $130 Juta Demi Beli Saham Sendiri - Waktu Tinggal 180 Hari Sebelum Ditendang Nasdaq
Tapi ada satu data yang berjalan melawan semua sentimen negatif di atas: uang masuk tidak berhenti. Pantauan on-chain dari akun @lookonchain mengungkap produk ETF Bitcoin spot masih sukses menjaring dana bersih harian sebanyak 3.781 BTC, senilai $243,49 juta. Bila rentangnya diperlebar, aliran dana masuk selama tujuh hari menembus 9.034 BTC bernilai $581,79 juta. Ketika pedagang eceran bosan melihat harga yang diam di tempat, pemain institusional rupanya terus sibuk menimbun koin.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




