📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
CZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: 'AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa'

CZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’

📚 Istilah di Artikel Ini:

Cukup satu kalimat dari Changpeng Zhao untuk memantik perdebatan. “AI is great, but it does not protect you against inflation. Bitcoin does,” tulis co-founder Binance itu di X. Dengan kalimat sependek itu, CZ menantang gelombang investasi kecerdasan buatan Wall Street yang nilainya sudah menembus lebih dari $700 miliar.

Pernyataan itu muncul di momen yang pas: investor sedang menimbang-nimbang antara suplai Bitcoin yang tetap dan tak bisa dicetak lagi melawan derasnya modal yang mengalir ke infrastruktur AI. CZ pada dasarnya sedang mengingatkan bahwa dua aset favorit pasar saat ini melayani tujuan yang sangat berbeda.

Taruhan $725 Miliar yang Membelah Wall Street

Angka yang disindir CZ bukan isapan jempol. CEO JPMorgan Jamie Dimon memperkirakan investasi AI akan tembus $725 miliar tahun ini, dan ia membandingkan siklus belanja ini seperti “tsunami kecil” yang sangat sulit dihentikan begitu mulai bergulir. Menariknya, Dimon selama ini termasuk pengkritik keras Bitcoin. Namun belakangan ia justru mulai membuka suara soal kekhawatirannya terhadap utang pemerintah AS dan risiko geopolitik jangka panjang, dua hal yang selama ini jadi argumen utama para pendukung Bitcoin.

Kenapa Bitcoin Justru Lesu?

Ironisnya, di tengah retorika seputar Bitcoin sebagai lindung nilai, harganya sendiri sedang tak bergairah. Bitcoin belakangan diperdagangkan di kisaran $65.000, masih jauh di bawah rekor Oktober 2025 yang sempat menembus $126.000 saat itu arus masuk ke ETF Bitcoin spot BlackRock sedang deras-derasnya.

Kepala aset digital BlackRock, Robert Mitchnick, menilai investor akhir-akhir ini kurang memperhatikan Bitcoin karena ETF Bitcoin spot malah mencatat arus keluar besar. Tapi ia yakin tren itu bisa berbalik. “The more fear there is over the borrowing level and the risk of money printing, that is ultimately the most important, I think fundamental driver ahead,” katanya. Dengan kata lain, makin besar ketakutan soal utang dan pencetakan uang, makin kuat pula alasan orang berpaling ke Bitcoin.

Bayang-Bayang Crash yang Konon 17 Kali Dot-com

Tak semua orang seoptimistis Dimon soal belanja AI. Mantan fund manager Fidelity, George Noble, memperingatkan bahwa crash AI berpotensi 17 kali lebih parah dari kehancuran dot-com yang dulu menghapus sekitar $5 triliun dari Nasdaq. “The fallout from this could really be much more significant,” ujarnya.

Bitcoin Sentuh Puncak Bulanan $65.500 Lalu Ambruk - Whale Kabur, Serangan Iran Bikin Pasar Gemetar📌 Baca JugaBitcoin Sentuh Puncak Bulanan $65.500 Lalu Ambruk - Whale Kabur, Serangan Iran Bikin Pasar Gemetar

Kekhawatiran itu tak cuma retorika. Di platform prediksi Polymarket, para trader memberi probabilitas signifikan pada skenario gelembung AI pecah tahun 2026: satu kontrak menaruh peluangnya di atas 17%, naik dari sempat turun ke 14% dari 30% sebelumnya. Kontrak lain dengan aturan settlement berbeda menunjukkan rentang yang berbeda pula, tapi arah pesannya sama: risiko itu nyata di mata pasar.

Di situlah letak inti argumen CZ. Apakah AI akan mengubah dunia? Hampir pasti. Tapi apakah ia akan menjaga nilai uangmu saat inflasi menggerus daya beli? Itu pertanyaan yang berbeda, dan jawaban yang ia tawarkan sudah bisa ditebak. Bagi investor, pilihannya mungkin bukan antara AI atau Bitcoin, melainkan memahami bahwa keduanya menjawab kecemasan yang tak sama.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share