๐Ÿ“… Minggu, 8 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
SEC Buka Jalur Saham Token - 67 Emiten AS Termasuk Apple dan Meta Tolak Proposal OKX

SEC Buka Jalur Saham Token - 67 Emiten AS Termasuk Apple dan Meta Tolak Proposal OKX

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Sebanyak 67 perusahaan terbuka di Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap proposal bursa kripto OKX yang berencana memperdagangkan puluhan saham AS dalam bentuk token. Penolakan ini mengemuka setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) membuka jalur bersyarat (conditional route) bagi perdagangan saham yang ditokenisasi melalui eksperimen platform perdagangan berizin dan kolam likuiditas (liquidity pool).

Di dalam kerangka kerja yang dirilis regulator, SEC menetapkan masa sanggah (objection window) selama 30 hari kalender. Ketentuan itu memberi hak kepada emiten publik untuk mengajukan keberatan resmi terhadap saham yang hendak ditokenisasi oleh pihak ketiga tanpa persetujuan langsung dari perusahaan bersangkutan. Jeda waktu 30 hari kalender ini memberi instrumen legal bagi emiten untuk menolak pencatatan token saham mereka.

Deretan Korporasi yang Menolak Proposal OKX

Daftar korporasi yang menolak rencana tokenisasi itu mencakup 67 perusahaan terbuka lintas industri di AS. Di antara jajaran emiten penolak terdapat Apple, Meta, Tesla, Amazon, Nvidia, Nike, Dell, IBM, Intel, AMD, Netflix, Adobe, Oracle, Reddit, dan Eli Lilly. Seluruh emiten ini menggunakan hak keberatan resmi untuk membatalkan rencana OKX memperdagangkan saham mereka dalam bentuk token.

Komisaris SEC Hester Peirce menegaskan bahwa regulasi keterbukaan emiten secara eksplisit memberikan opsi keluar (opt-out) bagi perusahaan yang menolak produk tokenisasi pihak ketiga. Menurut Peirce, kerangka aturan yang ada memang dirancang agar perusahaan memiliki kendali penuh untuk menolak keterlibatan efek mereka dalam struktur produk token yang ditawarkan bursa kripto.

Bagaimana Nasib Dividen dan Catatan Efek

Sengketa penolakan massal ini memicu perdebatan hukum mengenai hak investor atas klaim dividen dan kepemilikan catatan efek (securities records). Titik persoalan hukum muncul apabila pihak ketiga mengoperasikan sistem kustodi serta mekanisme penebusan (redemption) terpisah dari emiten aslinya.

Ketika kustodi dan proses penebusan dijalankan sendiri oleh pihak ketiga di luar pembukuan resmi emiten, keabsahan hak pemegang token menjadi tanda tanya hukum. Hubungan antara pembukuan bursa kripto dan register pemegang saham asli belum memiliki kepastian tata kelola, terutama mengenai pengakuan klaim pembagian dividen bagi pemegang token di hadapan hukum korporasi.

Bank Digital Kolaps Kunci Rekening 60% Warga - Presiden Paraguay Mundur dan Dimakzulkan 78-0๐Ÿ“Œ Baca JugaBank Digital Kolaps Kunci Rekening 60% Warga - Presiden Paraguay Mundur dan Dimakzulkan 78-0

Bagi pelaku pasar yang memantau perkembangan instrumen saham bertoken, langkah serentak 67 emiten AS ini menegaskan kenyataan penting: izin eksperimen perdagangan pihak ketiga tetap berbenturan dengan hak penolakan emiten serta keabsahan catatan efek pemodal.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Hong Kong Tokenisasi Emas Batangan 400 Ons untuk Antarbank - Akses Ritel Ditutup Total


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share