Manajer aset terbesar di dunia kembali menancapkan kukunya lebih dalam di ekosistem kripto. Tepat pada 3 Agustus 2026, BlackRock resmi meluncurkan dua produk pasar uang tokenisasi baru. Langkah ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu, terlihat dari dokumen pengajuan awal ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS yang disetorkan sejak Mei 2026.
Produk pertama yang diperkenalkan ke publik adalah BlackRock Select Treasury Based Liquidity Fund (BSTBL). Instrumen ini hadir sebagai kelas saham tokenisasi di jaringan blockchain Ethereum, ditujukan khusus untuk melengkapi dana pasar uang BlackRock yang selama ini sudah berjalan. Menyusul BSTBL, produk kedua yang diluncurkan bernama BlackRock Daily Reinvestment Stablecoin Reserve Vehicle (BRSRV). Sesuai namanya, BRSRV menawarkan fitur reinvestasi dividen harian dan dirancang agar bisa diakses melintasi berbagai jaringan blockchain sekaligus.
Namun peluncuran dua entitas baru ini bukan sekadar eksperimen teknologi untuk meramaikan pasar aset digital.
Mengincar Aturan Main GENIUS Act
Kedua produk investasi ini dirancang dengan satu target spesifik: memenuhi kualifikasi sebagai aset cadangan (reserve assets) bagi perusahaan penerbit stablecoin pembayaran di Amerika Serikat. BlackRock menyesuaikan spesifikasi produknya dengan kerangka hukum baru di bawah payung GENIUS Act, undang-undang yang mengatur landasan aset dunia nyata untuk token kripto.
Ambisi monopoli pasar ini disuarakan terang-terangan oleh para eksekutif perusahaan. Dalam panggilan laporan pendapatan kuartal kedua 2026, Chief Financial Officer BlackRock Martin Small mengungkap target operasi mereka di sektor ini. “Kami sudah mengelola $60 miliar cadangan untuk Circle, mewakili sekitar seperempat dari pasar stablecoin $300 miliar. Kami ingin jadi reserve manager pilihan industri,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa BlackRock memosisikan diri di garda depan. Mereka membidik peran sentral sebagai manajer penyimpanan dana bagi penerbit koin stabil mana pun yang ingin beroperasi mematuhi regulasi di AS.
📌 Baca JugaJPMorgan dan Citi Rombak Transfer Lintas Negara Pakai Token - Pangkas Waktu Tunggu 5 Hari Jadi 80 Detik
Menarik Likuiditas Triliunan Dolar ke Blockchain
Bermain di ranah cadangan stablecoin berarti mengelola tumpukan uang tunai dalam jumlah masif. Saat ini, industri dana pasar uang AS sendiri sudah tumbuh menembus $8,4 triliun aset. BlackRock beroperasi sebagai pemain dominan di kolam ini. Divisi Cash Management Group mereka tercatat mengelola hampir $1,073 triliun dalam berbagai strategi uang tunai di pasar konvensional.
Infrastruktur konvensional itu kini pelan-pelan dipindahkan ke atas rel blockchain. Jon Steel, Global Head of Product BlackRock Cash Management, menyebut kehadiran lini produk tokenisasi ini memberikan opsi baru bagi klien. Para investor kini memiliki cara tambahan untuk mengakses dan menggunakan dana pasar uang, menjembatani instrumen keuangan tradisional dengan pasar digital tanpa hambatan berarti.
Babak baru manajemen aset kripto kini makin menyatu dengan sistem Wall Street konvensional. Ketika manajer investasi arus utama mulai mengincar posisi sebagai fondasi dasar bagi industri stablecoin, batas antara dunia desentralisasi dan perbankan klasik perlahan menghilang. Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




