📅 Sabtu, 1 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
BoJ Tahan Suku Bunga Tertinggi Sejak 1995 - Tapi Manuver Tiga Negara Ini Ingatkan Kripto pada Horor Agustus 2024

BoJ Tahan Suku Bunga Tertinggi Sejak 1995 - Tapi Manuver Tiga Negara Ini Ingatkan Kripto pada Horor Agustus 2024

Bank of Japan (BoJ) resmi menahan suku bunga di level 1,0% pada Jumat, 31 Juli 2026. Angka ini menandai titik tertinggi sejak 1995, di mana delapan dari sembilan anggota dewan sepakat menahan laju bunga, sementara Hajime Takata mengusulkan tambahan kenaikan 0,25%. Namun, keriuhan utamanya tidak datang dari ruang rapat ini, melainkan dari pergerakan pasar valuta asing sehari sebelumnya.

Nilai tukar yen tiba-tiba menguat 3,5% terhadap dolar AS pada sesi perdagangan Kamis berkat intervensi lintas batas. BoJ ternyata tidak turun tangan sendiri. Korea Selatan ikut menjual dolar AS untuk mendongkrak nilai won, manuver langka yang mengangkat mata uang mereka sekitar 1% sekaligus memulihkan bursa saham dari tekanan jual di sektor semikonduktor. Kabar ini juga disiarkan oleh akun @WatcherGuru di X yang mendulang 5.393 suka atas laporannya.

Dampak intervensi ini meluas dengan adanya indikasi keterlibatan negara ketiga. Laporan Nikkei menyebut Amerika Serikat ikut melancarkan pengecekan suku bunga atau bentuk intervensi lunak pada hari yang sama. Analis KB Kookmin Bank, Lee Min-hyuk, menilai kolaborasi tiga arah ini membawa daya dobrak ganda karena nilai tukar yen dan won punya ikatan yang saling menopang.

Bayangan Carry Trade Agustus 2024

Bagi pelaku pasar kripto, gejolak mata uang Asia ini memicu memori kelam. Ketika nilai tukar yen berayun tajam pada Agustus 2024 lalu, pasar aset digital ikut terguncang keras. Runtuhnya posisi carry trade yen kala itu mendatangkan tekanan jual masif pada Bitcoin dan sederet altcoin. Investor yang terbiasa meminjam yen murah demi membeli aset berisiko terpaksa melikuidasi portofolio mereka untuk menutupi kerugian.

Batas toleransi otoritas kini mulai terbaca di pasar. Masahiko Loo dari State Street Investment Management menyebut garis pertahanan bank sentral berada di zona 162 hingga 165 per dolar, bukan di titik harga spesifik. Dari dalam negeri, BoJ juga merilis proyeksi Indeks Harga Konsumen yang akan naik melampaui 2% mulai paruh kedua tahun fiskal 2026. Kenaikan harga barang tahan lama serta mahalnya ongkos minyak akibat konflik Amerika Serikat dengan Iran di Selat Hormuz menjadi motor utama inflasi ini.

Jepang dan Korea Selatan Serentak Buang Dolar AS - dan Bayang-Bayang Agustus 2024 Kembali Menguji Bitcoin📌 Baca JugaJepang dan Korea Selatan Serentak Buang Dolar AS - dan Bayang-Bayang Agustus 2024 Kembali Menguji Bitcoin

Suntikan Likuiditas dan Efeknya ke Bitcoin

Di tengah ancaman pelemahan yen dan kenaikan inflasi, efek limpahannya ke ruang kripto memancing analisa berbeda. Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, menyebut kombinasi yen yang lemah dan kenaikan imbal hasil obligasi Jepang bisa menjadi pendorong sentimen positif. Skenario ini diyakini bakal memaksa investor memindahkan modal dari obligasi Amerika Serikat yang berimbal hasil rendah. Hayes bahkan sempat melempar prediksi bahwa USD/JPY sanggup meroket ke level 200 pada Desember 2025 nanti.

Bagi Hayes, setiap langkah bank sentral menjaga likuiditas pasar selalu membawa keuntungan terselubung. Uang intervensi ini pada akhirnya mempertebal pasokan kas, menciptakan landasan empuk bagi aset berisiko. Bagi pemegang Bitcoin, guyuran likuiditas adalah bahan bakar pendorong harga. Pertanyaannya bukan lagi apakah dana itu akan menetes ke kripto, melainkan seberapa kuat mental pasar menahan guncangan awal sebelum uang segar itu benar-benar mendarat.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share