Senat AS memungut suara cloture untuk CLARITY Act (H.R. 3633) pada 15 September 2026, dengan hasil akhir 49 setuju dan 50 menolak. Angka itu jauh di bawah ambang 60 suara yang disyaratkan untuk membawa RUU ke lantai debat.
Senator Cynthia Lummis dari Partai Republik, perunding utama penyusun draf, menyebut hasil voting ini mungkin final. Dia menyatakan tidak ada lagi ruang negosiasi tersisa dengan kubu Demokrat.
Kekalahan di Senat praktis menutup jalan bagi CLARITY Act disahkan pada 2026. Kalender Senat hanya menyisakan 22 hingga 36 hari kerja sebelum kampanye pemilu sela bulan November mengambil alih seluruh agenda politik. Meski Senate Majority Leader John Thune berpeluang mengajukan mosi cloture baru, langkah itu tetap membutuhkan dukungan bipartisan.
Siapa Saja yang Menolak?
CLARITY Act awalnya dirancang untuk menetapkan aturan federal aset digital dan membagi pengawasan antara SEC untuk sekuritas dan CFTC untuk komoditas spot. Namun, isinya tersandung tiga titik sengketa utama: larangan stablecoin penghasil imbal hasil yang diminta kelompok perbankan, aturan etika konflik kepentingan pejabat termasuk wapres dan hakim federal, serta standar perlindungan bagi pengembang perangkat lunak.
Delapan asosiasi perbankan dan 17 jaksa agung negara bagian aktif melobi penolakan draf ini.
Dari kubu Demokrat, suara tidak datang dari Angela Alsobrooks, Ruben Gallego, dan Kirsten Gillibrand. Kubu Republik juga menyumbang penolakan lewat Susan Collins, Josh Hawley, Jerry Moran, dan Thom Tillis.
Bitcoin Terseret ke $75.000, Saham Industri Merah
Pasar langsung merespons pengumuman hasil voting. Saham Coinbase (COIN) jatuh 9,9%, Circle turun 9,4%, disusul Galaxy Digital yang melemah 8%, Gemini 7%, dan Robinhood 3%. Di sektor penambangan Bitcoin, Riot Platforms turun 6%, CleanSpark hampir 5%, Hut 8 lebih dari 4%, dan IREN 4%.
๐ Baca JugaDPR AS Bebaskan Biaya Transaksi Kripto di Bawah $10 - Tapi Paket Aturan Ini Akhiri Kekebalan Wash Sale
Bitcoin sempat meluncur mendekati $75.000 sebelum pulih ke rentang $75.723-$76.000, mencatat penurunan 3-4% dalam 24 jam. Total kapitalisasi pasar kripto merosot ke $2,6 triliun, sejalan dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 yang juga memerah. Kondisi ini ikut diperberat oleh probabilitas kenaikan suku bunga The Fed 25 basis poin yang menembus 92% menjelang keputusan FOMC 16 September.
Ancaman Kartu Skor dari Stand With Crypto
Kelompok advokasi Stand With Crypto yang didukung Coinbase berencana memasukkan rekam jejak suara para senator ke dalam kartu skor mereka. Data penolakan ini akan digunakan untuk menekan politisi bersangkutan menjelang pemilu sela bulan November.
Hasil 49-50 ini meleset jauh dari proyeksi CEO Coinbase Brian Armstrong. Sebelumnya, dia meyakini RUU ini akan mendulang lebih dari 60 suara di Senat pada 15 September, atau setidaknya memicu terbitnya aturan baru dari CFTC dan SEC keesokan harinya. Kenyataannya regulasi itu kandas, memaksa industri kripto kembali menunggu kepastian hukum tanpa jadwal yang jelas.
Dilansir dari CoinDesk.
Sebelumnya: Republik Klaim Revisi CLARITY Act Sebagai Tawaran Final - Tapi Demokrat Pukul Balik Lewat Draf Tandingan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




