Jaksa federal Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York (SDNY) mendakwa dua insinyur perangkat lunak dari Robinhood Markets pada 15 September 2026. Dua pria bernama Hefu Chai yang berusia 36 tahun dan Huaisong Xiang alias Jerry Xiang yang berumur 30 tahun menghadapi tuntutan hukum berlapis atas dugaan penipuan komoditas dan penipuan transfer kawat.
Dokumen dakwaan yang diajukan jaksa merinci aktivitas ilegal mereka yang berlangsung antara tahun 2025 hingga 2026. Sebagai pekerja teknis, kedua tersangka memanfaatkan posisi mereka untuk mengakses jadwal pencatatan aset kripto baru di dalam divisi Robinhood Crypto. Mereka memakai bocoran jadwal internal itu untuk segera membuka posisi perpetual futures, persis sebelum perusahaan menerbitkan pengumuman listing ke hadapan publik. Praktik perdagangan orang dalam ini diduga mendatangkan keuntungan uang lebih dari $50.000 bagi masing-masing insinyur.
Namun bagian yang membuat operasi mereka layak disorot adalah rute eksekusi perdagangannya.
Kenapa Memilih Transaksi di Hyperliquid
Kedua terdakwa tidak memakai bursa konvensional, melainkan memilih Hyperliquid sebagai tempat transaksi. Platform derivatif terdesentralisasi ini berfokus menyediakan instrumen perpetual futures, yakni tipe kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa. Karakteristik bursa tanpa perantara terpusat kemungkinan diandalkan Chai dan Xiang untuk menjauhkan jejak aliran uang dari sistem pemantauan internal perusahaan.
Langkah menghindar itu pada akhirnya tetap berujung pada dakwaan resmi. Jaksa menekankan bahwa manuver kedua pekerja teknis ini merupakan bentuk pelanggaran mutlak terhadap kewajiban menjaga kerahasiaan data milik pemberi kerja. Dalam dokumen rilis awal, kejaksaan belum mengungkap daftar spesifik nama-nama aset kripto yang menjadi objek perdagangan orang dalam.
Risiko Internal Perusahaan yang Tumbuh Pesat
Penegak hukum menyatakan kasus Chai dan Xiang terpisah dari urusan operasional bisnis reguler Robinhood. Platform investasi digital ini baru saja mengumumkan kinerja bulanan yang tinggi, menorehkan angka volume perdagangan kripto senilai $17,5 miliar sepanjang Agustus 2026.
๐ Baca JugaUang Muka Minyak $230 Juta Lenyap di Venezuela - Jejaknya Berubah Jadi USDT
Kontras antara tingginya perputaran uang nasabah dan pencurian informasi oleh staf memotret risiko nyata bagi platform bursa yang sedang tumbuh pesat. Ketika volume transaksi harian membesar, sistem pertahanan perusahaan selalu menanggung celah kerentanan dari orang-orang yang memelihara infrastrukturnya. Insiden pelanggaran etika ini menegaskan ulang peringatan penting bagi industri kripto: ancaman kebocoran data tidak selalu datang dari peretas asing, melainkan bisa lahir lewat tangan pekerja teknisnya sendiri.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Uang Muka Minyak $230 Juta Lenyap di Venezuela - Jejaknya Berubah Jadi USDT
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




