Kapal tanker sewaan Orlen Trading Switzerland (OTS) terpaksa putar balik dari perairan Venezuela tanpa membawa setetes pun minyak mentah. Anak usaha grup energi milik negara Polandia, Orlen, menelan kerugian komersial hingga $378 juta atau sekitar 1,5 miliar Zloty akibat runtuhnya kontrak pengadaan pada akhir 2023.
Insiden yang awalnya murni urusan logistik memicu penyelidikan pidana mendalam ketika rute pembayarannya terdeteksi melibatkan aset kripto.
Transit di Dubai, Cair Jadi Kripto
Dokumen kesepakatan mencatat OTS setuju membeli sekitar enam juta barel minyak mentah tipe Merey 16 senilai total $345 juta. Guna mengamankan alokasi kargo, perusahaan asal Polandia itu mengirimkan uang muka sebesar $230 juta melalui Hannon International, sebuah entitas perantara yang bermarkas di Dubai.
Menurut laporan Financial Times pada 15 September 2026, para pialang mengonversi dan memindahkan sebagian besar uang muka $230 juta itu menjadi stablecoin Tether (USDT) tepat pada saat mereka berupaya merampungkan rantai transaksi di Venezuela.
Transfer bernilai ratusan juta dolar itu tidak pernah mendarat di rekening produsen minyak negara Venezuela, PDVSA. Ketiadaan aliran dana masuk membuat PDVSA batal mengalokasikan kargo, menyisakan armada kapal tanker sewaan OTS yang terlanjur bersandar dan harus pulang dalam keadaan kosong.
Ancaman Penjara 25 Tahun
Jaksa penuntut umum Warsawa merespons hilangnya uang negara dengan mendakwa tiga mantan manajer tingkat atas OTS. Ketiga eksekutif dituduh menelantarkan tugas dan lalai melindungi aset perusahaan, sebuah sangkaan yang membawa ancaman hukuman penjara hingga 25 tahun jika terbukti bersalah di pengadilan.
๐ Baca JugaUang Minyak Iran $1,5 Miliar Lewati Binance - FBI Sita Sisa $61 Juta dengan Cara Tak Biasa
Tim penyelidik menegaskan bahwa lenyapnya dana ini murni akibat kelemahan manajerial, bukan akibat celah pada teknologi kripto. Penyelidikan merinci kerugian lahir dari minimnya uji tuntas kelayakan, pemakaian rantai perantara pihak ketiga yang berisiko tinggi, serta tata kelola kontrak eksekutif yang longgar.
Dalam rentetan kasus ini, kripto hanya berfungsi sebagai medium perantara penyalur nilai - keputusan awal yang menggerakkan kerugian tetap bermula dari kelalaian pejabat struktural perusahaan.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




