Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengajukan dua proposal aturan pada Jumat, 10 Oktober 2026, guna memisahkan pasar prediksi dari judi kasino. Proposal pertama menetapkan event contracts - mencakup politik, olahraga, budaya, hingga cuaca - sebagai instrumen swap di bawah hukum federal. Proposal kedua menegaskan pengecualian bagi produk kasino dan sportsbook agar tidak masuk ke definisi itu.
Ketua CFTC Michael Selig langsung menegaskan kewenangan lembaganya. Ia menyebut kontrak prediksi sebagai “commodity derivatives squarely within the CFTC’s regulatory remit” di bawah Commodity Exchange Act. Kedua proposal kini membuka jendela komentar publik selama 30 hari sebelum diputuskan.
Pertarungan ini mempertaruhkan pengawasan pasar bernilai sekitar $1,8 miliar yang selama ini diperebutkan otoritas federal dan aparat daerah.
Siapa yang Berhak Mengatur Taruhan
Pasar prediksi Kalshi dan Polymarket kini terjepit sengketa yurisdiksi. Beberapa pemerintah negara bagian menggugat kedua operator atas tuduhan memfasilitasi perjudian ilegal. CFTC merespons lewat gugatan balik untuk membela wewenang federalnya, setelah sebelumnya mengambil alih kendali pengawasan Kalshi dan Polymarket dari regulator daerah.
Klasifikasi swap federal memberi kontrak event payung hukum nasional yang mengatasi undang-undang perjudian lokal. Namun, upaya menyatukan tafsir aturan terganjal oleh sikap pengadilan banding yang terbelah.
Perpecahan Putusan Pengadilan Banding
Pengadilan Banding Sirkuit ke-6 AS memutus perkara melawan Kalshi, menetapkan Ohio dan Tennessee berhak mengatur kontrak event olahraga memakai hukum judi negara bagian. Putusan itu memberi otoritas lokal kuasa penuh untuk menindak produk pasar prediksi di wilayah mereka.
Sebaliknya, Pengadilan Banding Sirkuit ke-3 AS mengizinkan Kalshi beroperasi di New Jersey saat proses banding berlangsung pada April 2026. Pertentangan putusan antar-sirkuit ini membuat status legal kontrak event berbeda di tiap negara bagian.
๐ Baca JugaRusia Turunkan Penambang Kripto ke Listrik Kategori 4 - Otoritas Bisa Putus Aliran Tanpa Peringatan
Legislator Bawa Sengketa ke Mahkamah Agung
Melihat ketidakpastian yang melebar, sekelompok legislator negara bagian mengajukan amicus brief ke Mahkamah Agung AS. Dokumen itu mendesak para hakim agung turun tangan menuntaskan batas yurisdiksi antara pengawas federal dan otoritas negara bagian.
Bagi pengguna Kalshi dan Polymarket, babak baru ini menentukan akses perdagangan mereka. Jika Mahkamah Agung memenangkan CFTC, pasar kontrak event bernilai $1,8 miliar akan berjalan seragam di bawah derivatif federal. Jika negara bagian menang, ketersediaan platform akan terpecah mengikuti batas wilayah hukum masing-masing.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Inggris Sanksi Cryptomus dan TokenSpot - Potong Jalur Pendanaan Gelap $90 Miliar ke Jaringan Rusia
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




