Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO) mengumumkan paket sanksi baru terhadap 38 target, termasuk tiga bursa kripto dan dua platform pembayaran yang diduga membantu Rusia menghindari sanksi keuangan.
FCDO menyasar Xeltox Enterprises, perusahaan asal Kanada yang berstatus sebagai pemilik bursa Cryptomus sekaligus pengelola platform Heleket. Pemerintah Inggris juga menargetkan bursa TokenSpot dan Tsunami Payments asal Kirgistan, berserta Processing KG yang menjalankan sistem operasi pembayaran VexPay.
Pemerintah Inggris menetapkan sanksi layanan internet yang mewajibkan seluruh penyedia jaringan internet, media sosial, dan toko aplikasi untuk memblokir akses pengguna Inggris ke situs web serta aplikasi dari perusahaan-perusahaan kripto sasaran.
Menopang Separuh Anggaran Militer Rusia
Dua entitas yang dibidik dalam operasi FCDO terbukti memfasilitasi kelancaran transaksi untuk A7, sebuah jaringan yang beroperasi dengan dukungan penuh Kremlin. Perputaran uang gelap di dalam jaringan A7 mencapai lebih dari $90 miliar per tahun, sebuah angka yang setara dengan separuh total anggaran militer Rusia.
Laporan intelijen TRM Labs mengungkap Heleket telah memproses transaksi lebih dari $2,89 miliar hingga Oktober 2026. Sekitar 60% dari aliran uang ilegal yang masuk ke platform Heleket bersumber dari Garantex, bursa kripto asal Rusia yang sudah berstatus masuk dalam daftar sanksi.
Jejak Uang di Jaringan TRON
Penyelidikan data blockchain pada alamat TRON milik TokenSpot mencatat penerimaan dana sebesar $3,54 miliar sepanjang periode Desember 2023 hingga September 2026. Alamat TRON yang sama mencatatkan pengiriman dana keluar senilai $3,14 miliar dalam rentang waktu operasional yang sama.
๐ Baca JugaEropa Beri Bursa Kripto 3 Bulan untuk Buang Stablecoin Non-MiCA - Jalur Keluar USDT Dibatasi Ketat
Dari total pengiriman keluar senilai $3,14 miliar itu, TokenSpot mentransfer dana lebih dari $950 juta ke alamat milik jaringan A7, bursa Garantex, dan bursa Grinex.
Pada Oktober 2025, lembaga intelijen keuangan Kanada (FINTRAC) telah menjatuhkan denda hampir 177 juta dolar Kanada kepada Xeltox Enterprises akibat pelanggaran aturan anti-pencucian uang tingkat tinggi. Hukuman sanksi dan pemblokiran akses dari pemerintah London kini memastikan ruang operasional mereka tertutup dari satu lagi pusat keuangan global.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: RUU Kripto CLARITY Kurang 11 Suara di Senat - Kenapa Aturan Mandiri SEC Berisiko Digugat
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




