Kemitraan dua raksasa kripto ini dipastikan berlanjut tiga tahun lagi. Circle mengonfirmasi perpanjangan otomatis perjanjian distribusi USDC dengan Coinbase hingga 2029 dalam panggilan pendapatan kuartal kedua 2026 pada 5 Agustus lalu.
Namun, perpanjangan kontrak ini tidak datang bersama kabar pembagian laba bagi para pemegang saham, yang telah mendukung perusahaan sejak melantai di bursa saham NYSE dengan harga $31 per lembar pada Juni 2025. Chief Financial Officer Circle, Jeremy Fox-Geen, menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana membagikan dividen kuartalan. Seluruh modal yang ada akan ditahan penuh untuk membiayai pengembangan produk, memperkuat infrastruktur, dan memburu peluang strategis.
Menahan Laba di Tengah Ekspansi $73,3 Miliar
Keputusan menahan dividen ini diambil pada saat sirkulasi USDC menyentuh angka $73,3 miliar pada akhir kuartal kedua, naik 19% dari tahun ke tahun. Total pendapatan dan laba cadangan Circle juga ikut naik 7% menjadi $701 juta pada periode yang sama. Meski volume sirkulasi tumbuh pesat, tingkat pengembalian cadangan yang lebih rendah menggerus sebagian keuntungan yang seharusnya dikantongi perusahaan.
Ketergantungan pada bursa mitra juga masih tinggi. Dari total sirkulasi itu, 30% USDC berada di platform Coinbase per akhir kuartal kedua. Circle sendiri memegang sekitar $12,4 miliar atau setara 17% sirkulasi di dalam infrastruktur platformnya sendiri. Untuk terus mendorong adopsi, mereka kini memiliki lebih dari 150 mitra yang mengantongi insentif ekonomi khusus agar bersedia mengintegrasikan stablecoin ini ke dalam sistem mereka.
Ekspansi Circle juga mendapat pijakan regulasi yang lebih kuat lewat persetujuan final Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) pada bulan Juli, yang mengizinkan layanan kustodi di bawah bendera Circle National Trust.
Mengapa Analis Mulai Khawatir?
Di balik pertumbuhan itu, biaya distribusi yang terkait langsung dengan Coinbase terus membengkak dan membebani neraca. Pada kuartal pertama 2026, biaya ini sudah mencapai $330,6 juta, naik dari beban $303,2 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Hubungan finansial yang erat ini memicu pergerakan aset masif di jaringan. Pelacak data Arkham mencatat Circle memindahkan sekitar $4,4 miliar USDC ke alamat yang terkait dengan Coinbase melalui jaringan HyperEVM. Perpindahan yang disebut sebagai transfer USDC terbesar dalam sejarah ini terjadi setelah Coinbase setuju bertindak sebagai pengelola kas USDC untuk platform Hyperliquid.
📌 Baca JugaVisa Gandeng Zerohash Buka Payout Stablecoin Global - Kini Bisnis Bisa Pindahkan Uang Saat Bank Tradisional Tutup
Langkah taktis ini mendapat sorotan tajam dari Wall Street. Morgan Stanley sebelumnya telah menurunkan peringkat saham Circle. Di saat yang sama, analis dari JPMorgan memperingatkan bahwa perjanjian baru dengan platform seperti Hyperliquid berpotensi menekan margin keuntungan antara Circle dan Coinbase ke depannya.
Pertaruhan Modal Jangka Panjang
Circle sadar bahwa mempertahankan gelar penyedia stablecoin utama membutuhkan pasokan dana segar terus-menerus. Mereka memilih memutar kembali pendapatannya ketimbang meredam kekhawatiran investor lewat pembagian dividen. Keputusan memupuk kas ini menjadi pengakuan tersirat bahwa persaingan infrastruktur uang kripto institusional baru saja dimulai, dan hanya yang berani bakar modal yang akan bertahan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




